Ia menilai, penderita HIV membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan sekaligus pendampingan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga.
Emil juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan penularan HIV melalui edukasi serta pengawasan terhadap anak dan remaja.
Menurutnya, penyebab seseorang terinfeksi HIV dapat berbeda-beda, mulai dari perilaku berisiko hingga penyalahgunaan narkoba.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga yang memiliki peran penting dalam membimbing serta melindungi anak dari pergaulan yang berisiko.
Berawal dari Unggahan Viral di Media Sosial
Isu mengenai 522 pelajar di Sidoarjo terpapar HIV bermula dari unggahan salah satu akun di platform X yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Unggahan itu menyertakan tangkapan layar berisi klaim bahwa ratusan anak dan remaja, termasuk siswa PAUD dan TK, terpapar HIV.
Baca Juga: Bupati Lombok Barat Resmi Jadi Tersangka KPK, 19 Orang Diamankan dalam OTT
Namun, setelah mendapat klarifikasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, informasi mengenai 522 pelajar positif HIV dipastikan tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi dari sumber resmi, sehingga tidak menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat. ***
Artikel Terkait
Densus 88 Bongkar Dugaan Jaringan Propaganda Terorisme, Dua Orang Ditangkap di Ciamis dan Lampung
Resmi Jadi Jampidsus, Kuntadi Ditantang DPR Buktikan Independensi Kejaksaan
Iran Ancam Balas Keras Jika Infrastruktur Diserang, Ketegangan dengan AS di Selat Hormuz Memanas
SPJ Fiktif hingga Mark Up Anggaran, Kades di Bengkulu Terjerat Korupsi Dana Desa Rp577 Juta untuk Bayar Utang
Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup, Ternyata Terkendala Modal dan Lahan
Kepala BGN Sudaryono Sidak Dapur MBG Bogor, SPPG Tak Sesuai Standar Terancam Ditutup