Bahlil Klaim RI Tak Lagi Bergantung Minyak Timur Tengah meski Selat Hormuz Dibuka

Photo Author
- Rabu, 17 Juni 2026 | 16:20 WIB
Menteri ESDM - Bahlil Lahadalia (Instagram @bahlillahadalia)
Menteri ESDM - Bahlil Lahadalia (Instagram @bahlillahadalia)

INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia tidak lagi berada dalam posisi bergantung pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah, termasuk yang pengirimannya melewati Selat Hormuz.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara lain untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah dalam negeri.

Dengan strategi tersebut, pasokan energi Indonesia dinilai lebih aman meski situasi di jalur perdagangan global berubah.

Baca Juga: Soroti Pengelolaan MBG, CEO Promedia Group Usul Libatkan UMKM dan Kantin Sekolah, Pecah SPPG jadi Dapur Skala Kecil

“Kalau persoalan impor crude, sekalipun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain,” ujar Bahlil di Kompleks DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan di tengah perhatian dunia terhadap Selat Hormuz, salah satu jalur penting distribusi minyak global.

Jalur ini kerap menjadi sorotan karena setiap gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi harga dan pasokan energi dunia.

Baca Juga: Menteri Bahlil Bentuk Tim Khusus, Pasokan Batu Bara untuk PLN Jadi Sorotan

Bahlil menegaskan, Indonesia kini berupaya memperluas sumber pengadaan minyak agar tidak terlalu bergantung pada satu kawasan tertentu. Diversifikasi pasokan dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Meski begitu, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek harga dalam setiap pengadaan minyak mentah.

Bahlil menyebut pilihan utama pemerintah adalah mencari pasokan dengan harga paling kompetitif.

Baca Juga: AS Siap Guyur Iran Rp5 Kuadriliun Jika Sepakat Tinggalkan Nuklir

Menurutnya, harga minyak yang lebih murah dapat membantu mengurangi tekanan terhadap keuangan negara. Sebab, biaya pengadaan energi memiliki kaitan langsung dengan beban fiskal, termasuk kebutuhan subsidi dan stabilisasi harga di dalam negeri.

Pemerintah juga dinilai perlu terus menjaga keseimbangan antara keamanan pasokan dan efisiensi anggaran.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X