INSIBERNEWS - Sebanyak 870 kepala keluarga di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau yang mulai berdampak pada sumber-sumber air di wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat aktivitas harian warga, mulai dari memasak hingga kebutuhan sanitasi, menjadi terganggu.
Baca Juga: Trump Peringatkan Netanyahu Usai Iran-Israel Kembali Bentrok, Upaya Perdamaian Terancam
Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jepara mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Pada tahap awal, dua truk tangki dengan kapasitas total 10.000 liter air dikirim ke lokasi untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Bagus Ari Wibowo, menjelaskan bahwa bantuan diberikan setelah pihak desa mengajukan permohonan resmi terkait krisis air yang terjadi. Tim BPBD kemudian melakukan asesmen lapangan sebelum memutuskan penyaluran bantuan.
Baca Juga: Kisah Haru RM BTS dan Sleepy, Hadiah Pernikahan Rp118 Juta Jadi Sorotan Penggemar
Menurut Bagus, sebagian besar warga yang terdampak merupakan pelanggan layanan air dari PDAM Jepara.
Namun menurunnya ketersediaan air baku membuat distribusi air ke sejumlah kawasan mengalami gangguan sehingga masyarakat membutuhkan bantuan tambahan dari pemerintah.
Untuk sementara, BPBD berencana melakukan distribusi air bersih sebanyak dua kali dalam sepekan. Frekuensi penyaluran tersebut dapat ditambah apabila kondisi kekeringan semakin meluas atau kebutuhan masyarakat meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Alasan Lemigas Ditunjuk Jadi BLU Impor BBM, Ini Penjelasannya
Wilayah yang terdampak paling besar berada di RW 2 dan RW 3 Desa Kedungmalang. Ratusan keluarga yang tersebar di berbagai RT kini bergantung pada bantuan air bersih dari BPBD dan PDAM guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah desa juga terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara merata.
BPBD Jepara mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kekeringan meluas ke wilayah lain di Kabupaten Jepara.***
Artikel Terkait
Satlantas Polres Purwakarta Gelar Aksi Baksos Bagikan Air Bersih Warga Terdampak Kekeringan
Zimbabwe Akan Menyembelih 200 Gajah untuk Atasi Kelaparan Akibat Kekeringan
Kekeringan Meluas di Sragen dan Klaten, Ribuan Warga Mengandalkan Bantuan Air Bersih
Dedi Mulyadi Soroti Krisis Air di Sekitar Pabrik Aqua Subang, Warga Keluhkan Kekeringan
12 Kecamatan di Temanggung Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Langkah Darurat