Kecurangan SPPG di Kota Serang Terkuak, Vendor Roti Diminta Pangkas Kualitas Produk dan Ubah Harga di Nota

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 5 Juni 2026 | 13:17 WIB
Foto ilustrasi: Viral unggahan SPPG minta turunkan harga pada vendor roti untuk MBG.  (Freepik/topntp26 - Threads/spidolls)
Foto ilustrasi: Viral unggahan SPPG minta turunkan harga pada vendor roti untuk MBG. (Freepik/topntp26 - Threads/spidolls)

INSIBERNEWS - Publik kini tengah menyoroti sebuah unggahan di media sosial Threads terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengakuan dari seorang pelaku usaha roti viral, ia mengaku diminta menurunkan kualitas produk sekaligus memanipulasi harga dalam nota oleh pihak yang disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Threads @spidolls dan dengan cepat menarik perhatian ribuan pengguna internet.

Hingga Jumat (5/6/2026), utas tersebut telah memperoleh puluhan ribu tanda suka dan memicu diskusi luas mengenai transparansi pengadaan makanan dalam program MBG.

Baca Juga: Ramai Isu Resuffle Menkeu, Kemensetneg Pastikan Posisi Purbaya Tetap Aman

Dalam unggahan yang beredar, pemilik usaha roti membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang yang mengaku sebagai petugas SPPG di wilayah Kota Serang.

Menurut pengakuannya, pada April 2026 lalu dirinya diminta menyediakan roti untuk program MBG dengan harga Rp1.500 per buah, jauh di bawah harga normal yang biasa dijual sebesar Rp3.000 per buah.

Menjadi sorotan, harga yang dicantumkan dalam nota pembelian disebut tetap harus menggunakan harga asli Rp3.000 per buah meski vendor diminta menjual dengan harga separuhnya.

Pelaku usaha tersebut mengaku menolak permintaan tersebut karena tidak ingin menurunkan kualitas produk yang nantinya akan dikonsumsi oleh anak-anak.

Baca Juga: Dinilai Tak Maksimal, Pengamat Ingatkan MBG Bisa Gagal Jika Hal Ini Diabaikan

Dalam percakapan yang dibagikan, pihak yang diduga petugas SPPG bahkan disebut menyarankan penggunaan bahan baku yang lebih murah agar harga roti dapat ditekan sesuai permintaan.

Namun, sang vendor memilih tidak melanjutkan kerja sama tersebut karena menilai langkah tersebut berpotensi mengorbankan kualitas makanan.

Tak hanya meminta penyesuaian harga, pihak yang menghubungi vendor juga disebut menawarkan peluang kerja sama jangka panjang apabila permintaan tersebut dipenuhi.

Baca Juga: Dugaan Korupsi MBG Terbongkar, Menkeu Sebut Berawal dari Temuan Pengawasan Anggaran

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X