Meski gencatan senjata telah berjalan selama tiga minggu, upaya diplomasi masih berjalan lambat. Hingga kini, baru satu putaran negosiasi formal yang dilakukan antara kedua negara.
Komunikasi lanjutan dilakukan secara tidak langsung melalui Pakistan sebagai mediator, namun belum menghasilkan kesepakatan signifikan.
Ketegangan antara AS dan Iran juga berdampak besar pada perekonomian global. Kedua negara saling memblokade jalur strategis di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Pajak Tak Naik, Prioritas Jaga Daya Beli Masyarakat
Akibatnya, lalu lintas perdagangan dan energi terganggu, memicu lonjakan harga minyak serta tekanan ekonomi di berbagai negara.
Perang ini juga memengaruhi kebijakan anggaran AS. Pemerintahan Trump mengajukan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dolar AS untuk tahun depan, meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang berada di bawah 1 triliun dolar AS.
Kenaikan ini mencerminkan besarnya beban finansial akibat konflik berkepanjangan serta komitmen AS dalam menjaga dominasi militernya. ***
Artikel Terkait
Dugaan Penganiayaan ART di Bintaro, Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi
Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap Gegara Praktik Kecantikan Ilegal hingga Sebabkan Cacat Permanen
UEA Hengkang dari OPEC, Rusia Prediksi Harga Minyak Bisa Anjlok
Korsleting Panel Listrik Jadi Penyebab Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, Puluhan Penghuni DievakuasiĀ