INSIBERNEWS - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus menyedot biaya besar. Hingga saat ini, perang tersebut diperkirakan telah menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS atau setara Rp432 triliun, menurut data dari Pentagon.
Meski angka fantastis telah digelontorkan, pemerintah AS belum memberikan kepastian kapan konflik ini akan berakhir.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan tidak memberikan sinyal jelas terkait akhir dari operasi militer tersebut.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Rabu (29/4/2026), Hegseth mendapat pertanyaan tajam dari anggota DPR, Adam Smith.
Ia mempertanyakan strategi dan tujuan akhir dari perang yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir itu.
Hegseth menegaskan bahwa tujuan utama AS adalah menghentikan ambisi nuklir Iran. Menurutnya, Iran harus ditekan hingga bersedia kembali ke meja perundingan dan menyerahkan program nuklirnya.
Namun, Smith menyoroti inkonsistensi pernyataan tersebut. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya pemerintah menyebut fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan sepenuhnya, termasuk cadangan uranium yang diperkaya tinggi.
Menanggapi kritik tersebut, Hegseth mengakui bahwa meskipun sejumlah fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan melalui serangan udara pada Juni 2025, ambisi nuklir negara tersebut belum sepenuhnya padam.
“Pertanyaannya bukan hanya soal biaya, tetapi seberapa besar nilai untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir,” ujar Hegseth dalam sidang.
Sementara itu, pejabat keuangan Pentagon, Jay Hurst, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran perang terserap untuk penggunaan persenjataan dalam serangan ke berbagai target di Iran.
Pentagon mencatat sekitar 13.000 target telah diserang sebelum Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata pada 7 April lalu.
Artikel Terkait
Dugaan Penganiayaan ART di Bintaro, Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi
Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap Gegara Praktik Kecantikan Ilegal hingga Sebabkan Cacat Permanen
UEA Hengkang dari OPEC, Rusia Prediksi Harga Minyak Bisa Anjlok
Korsleting Panel Listrik Jadi Penyebab Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, Puluhan Penghuni Dievakuasi