Klarifikasi Menteri PPPA soal Usulan Gerbong Perempuan KRL, Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 30 April 2026 | 10:12 WIB
Klarifikasi Menteri PPPA soal Usulan Gerbong Perempuan KRL, Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik (Istimewa)
Klarifikasi Menteri PPPA soal Usulan Gerbong Perempuan KRL, Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik (Istimewa)

INSIBERNEWS - Terkait usulan pemindahan gerbong perempuan pada KRL Commuter Line, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah pernyataannya menuai polemik.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun resmi Instagram Kementerian PPPA pada Rabu (29/4/2026).

Dalam pernyataannya, Arifah mengakui bahwa usulan tersebut kurang tepat, terutama di tengah suasana duka akibat kecelakaan kereta di Bekasi.

Baca Juga: Profil Eddy Pratomo, Diplomat RI yang Tutup Usia Jelang Pencalonan Hakim ITLOS

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mengesampingkan keselamatan penumpang lain. Menurutnya, keselamatan seluruh pengguna transportasi publik harus menjadi prioritas utama tanpa memandang gender.

“Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini fokus pemerintah adalah penanganan korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kementerian PPPA memastikan akan terus memberikan pendampingan psikologis serta perlindungan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang terdampak tragedi tersebut.

Baca Juga: Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dedi Mulyadi Minta Premanisme di Perlintasan Ditindak Tegas

Sebelumnya, Arifah sempat mengusulkan agar gerbong khusus perempuan pada KRL dipindahkan ke bagian tengah rangkaian. Usulan itu muncul setelah insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Dalam pernyataannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ia menyebut bahwa posisi tengah dianggap lebih aman untuk meminimalkan risiko saat terjadi kecelakaan.

Usulan tersebut juga sempat disampaikan langsung kepada jajaran pimpinan PT Kereta Api Indonesia saat menjenguk korban luka di RSUD Bekasi.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan ART di Bintaro, Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi

Menurut Arifah, gagasan tersebut dilandasi upaya meningkatkan perlindungan bagi penumpang perempuan.

Namun, respons publik menunjukkan bahwa isu keselamatan transportasi perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan penempatan gerbong.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X