Keluarga Soroti Kejanggalan Kasus PRT Loncat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Tekanan Kerja

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 27 April 2026 | 15:05 WIB
Menyoroti kronologi insiden 2 PRT yang diduga terjatuh dari lantai 4 gedung kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.  (Instagram.com/@batang_info)
Menyoroti kronologi insiden 2 PRT yang diduga terjatuh dari lantai 4 gedung kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@batang_info)

INSIBERNEWS - Kasus tragis yang menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, masih menjadi sorotan publik.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 22 April 2026 ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga salah satu korban yang meninggal dunia.

Korban berinisial D (15) dilaporkan tewas setelah terjatuh dari lantai 4 sebuah bangunan kos. Sementara itu, rekannya berinisial R (30) berhasil selamat meski mengalami patah tulang di bagian tangan.

Baca Juga: Balita di Cianjur Meninggal, BGN Pastikan Bukan Karena Program MBG

Suasana haru menyelimuti prosesi pemulangan jenazah D ke kampung halamannya di Desa Ngroto, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Minggu, 26 April 2026.

Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka sebelum dimakamkan. Warga setempat menyebut, keluarga diberi kesempatan terakhir untuk melihat wajah korban sebelum disalatkan dan dimakamkan.

Namun, di balik duka tersebut, keluarga korban mengaku masih menyimpan tanda tanya besar terkait kronologi kejadian. Mereka menilai ada sejumlah kejanggalan dalam insiden jatuhnya korban dari lantai 4, sehingga mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.

Baca Juga: Diplomasi AS-Iran yang Buntu Picu Lonjakan Tajam Harga Minyak Dunia

Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian, kedua PRT tersebut diduga melompat dari lantai 4 bangunan kos. Dugaan ini mengarah pada upaya keduanya untuk melarikan diri dari tempat kerja.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menyampaikan bahwa korban selamat tidak dalam kondisi kritis. “Hanya mengalami patah tangan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa informasi awal menyebutkan kedua korban merasa tidak betah bekerja sehingga nekat kabur dengan cara melompat bersama-sama.

Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya faktor perlakuan majikan yang membuat korban tidak nyaman. Dari keterangan saksi, disebutkan bahwa majikan dikenal bersikap keras atau galak.

Baca Juga: Desakan Keras ke PBB Usai Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI, MPR Minta Sanksi Tegas

Meski demikian, belum ada bukti yang mengarah pada tindakan kekerasan fisik. Polisi masih mendalami apakah sikap tersebut menjadi pemicu utama korban nekat mengambil langkah berbahaya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X