INSIBERNEWS - Kabar duka datang dari Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang balita berinisial MAB (2) dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dirawat akibat dugaan keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi ini ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @feedgramindo pada Minggu (26/4/2026), yang menyebutkan bahwa balita tersebut meninggal usai mengonsumsi menu MBG. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Insiden ini bermula dari kasus dugaan keracunan yang melibatkan sekitar 134 anak di wilayah Kecamatan Leles. Para korban diduga mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari program MBG pada Selasa, 14 April 2026.
Baca Juga: Gugurnya Prajurit TNI UNIFIL Praka Rico di Lebanon, Qatar Sampaikan Duka untuk Indonesia
Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur belum dapat memastikan apakah makanan tersebut benar menjadi penyebab utama kejadian. Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber keracunan.
“Hasil uji laboratorium masih dalam proses. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni dari makanan atau ada faktor lain,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026). Ia menambahkan bahwa hasil tersebut diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar satu minggu.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, MAB sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Leles. Namun karena kondisinya terus memburuk, balita tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Pastikan Stok Daging Sapi Aman dan Harga Terkendali
Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irvan Nur Fauzi, mengungkapkan bahwa pasien tiba di instalasi gawat darurat dalam kondisi kritis. Tim medis langsung memberikan penanganan intensif.
“Pasien datang dalam kondisi tidak stabil, lemas, pusing, serta mengalami pembengkakan pada tangan dan kaki,” jelasnya.
Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 12 jam, nyawa MAB tidak dapat diselamatkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, balita tersebut didiagnosis mengalami syok septik, yang berkaitan dengan komplikasi gangguan pencernaan.
Baca Juga: Daycare di Yogyakarta Digerebek, Anak Diduga Diikat hingga Minim Pakaian Buat Polisi Turun Tangan
“Sejak awal, pasien juga memiliki riwayat diare. Diagnosis sementara adalah syok septik,” tambah dr. Irvan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas terkait mengenai penyebab pasti insiden dugaan keracunan massal tersebut. Publik masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium untuk mendapatkan kejelasan atas kasus ini.
Artikel Terkait
Dirahasiakan Demi Politik, Netanyahu Akui Indap Kena Kanker Prostat
Daycare di Yogyakarta Digerebek, Anak Diduga Diikat hingga Minim Pakaian Buat Polisi Turun Tangan
Heboh Insiden Penembakan, Donald Trump Dievakuasi dari White House Correspondents’ Dinner
Sosok Pelaku Penembakan Jamuan Gedung Putih Ditangkap, Donald Trump Pastikan Semua Aman
Tiket Pesawat Lebih Murah! Pemerintah Tanggung PPN untuk Kelas Ekonomi Selama 60 Hari
Gugurnya Prajurit TNI UNIFIL Praka Rico di Lebanon, Qatar Sampaikan Duka untuk Indonesia