Dari sisi kinerja fiskal, hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan penerimaan pajak yang melonjak 20,7 persen.
Di sisi lain, belanja negara juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 31,4 persen. Meski demikian, defisit APBN tetap terkendali di level 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya menegaskan, APBN tetap berperan penting sebagai penyangga utama (shock absorber) dalam menghadapi ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik dan dinamika ekonomi dunia. ***
Artikel Terkait
Aksi Nekat Pria Panjat Tower di Sidoarjo, Diduga Gegara Masalah Asmara hingga Picu Kemacetan Parah
Ancaman 'Zaman Batu' Hantui Iran, Israel Nantikan Lampu Hijau AS untuk Operasi Militer ke Teheran
India Geram Disebut Trump 'Lubang Neraka', Hubungan Diplomasi Terancam?
Heboh Pajak Selat Malaka, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Akhirnya Buka Suara
Tiga Eks Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara, Jaksa Beberkan Kerugian Negara Rp1,3 Triliun
Gugurnya Prajurit UNIFIL Praka Rico Pramudia di Lebanon, PBB Kecam Serangan Tank Israel