INSIBERNEWS - Ketegangan antara India dan Amerika Serikat kembali mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial di media sosial.
Dalam unggahannya, Trump menyebut India sebagai “lubang neraka”, memicu reaksi keras dari pemerintah New Delhi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah rencana kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, ke India dalam waktu dekat.
Kunjungan ini sebelumnya diharapkan dapat meredakan ketegangan diplomatik antara dua negara yang selama ini dikenal sebagai mitra strategis.
Pada Rabu malam (22/4/2026), Trump mengunggah kritik terkait sistem kewarganegaraan berbasis kelahiran di Amerika Serikat. Dalam pernyataan itu, ia menyinggung imigran asal India yang bekerja di sektor teknologi.
Trump menuduh bahwa imigran India tidak memberikan kesempatan kerja bagi warga Amerika, serta melontarkan klaim yang dianggap tidak akurat terkait kemampuan bahasa Inggris mereka.
Baca Juga: Aksi Nekat Pria Panjat Tower di Sidoarjo, Diduga Gegara Masalah Asmara hingga Picu Kemacetan Parah
Dalam unggahan tersebut, ia juga menyatakan bahwa bayi yang lahir di AS otomatis menjadi warga negara, lalu membawa keluarga dari “China, India, atau tempat-tempat buruk lainnya di dunia.”
Pernyataan ini langsung menuai kecaman karena dinilai merendahkan dan tidak berdasar.
Respons Tegas Pemerintah India
Pemerintah India melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Randhir Jaiswal, memberikan tanggapan resmi sehari setelah pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa komentar Trump tidak mencerminkan fakta dan dianggap tidak pantas dalam hubungan diplomatik.
Baca Juga: Teror Pinjol Kian Nekat! DC Buat Laporan Kebakaran Palsu, Damkar Semarang Dikerjai
“Pernyataan tersebut tidak berdasar, tidak pantas, dan menunjukkan penilaian yang buruk,” ujar Jaiswal.
Artikel Terkait
Puluhan Siswa SD di Jeneponto Sulsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Menu Ikan Berbau Busuk
Polisi Resmi Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Santri
KPK Usul Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol Hanya 2 Periode, Dinilai Penting Cegah Praktik Korupsi
Teror Pinjol Kian Nekat! DC Buat Laporan Kebakaran Palsu, Damkar Semarang Dikerjai
AS Sebut Perompakan, Pasukan Bertopeng yang Diduga Militer Iran Geruduk 2 Kapal Kargo MSC di Selat Hormuz