Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG Saat Buka Puasa, 28 Orang Dirawat di Rumah Sakit

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 8 Maret 2026 | 10:16 WIB
Menyoroti kasus keracunan massal yang dialami puluhan santri di Ponpes Darut Taubah, Jombang yang diduga usai santap MBG.  (Instagram.com/@jombanginformasi_)
Menyoroti kasus keracunan massal yang dialami puluhan santri di Ponpes Darut Taubah, Jombang yang diduga usai santap MBG. (Instagram.com/@jombanginformasi_)
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Tekanan darah menurun
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi)

Menurut pihak rumah sakit, kondisi ini diperparah karena para santri sedang menjalankan ibadah puasa sehingga tubuh lebih rentan mengalami gangguan sirkulasi.

Sebagian santri juga mengalami penurunan tekanan darah akibat kombinasi antara puasa, asupan makanan yang sedikit saat berbuka, serta muntah yang terjadi setelahnya.

Baca Juga: Berisi Donat dan Mi Instan, Menu MBG untuk Bumil Tuai Kontroversi, Warganet Pertanyakan Kandungan Gizi

Usia Korban Rata-Rata 12–21 Tahun
Dari data rumah sakit, para santri yang mengalami keracunan memiliki rentang usia antara 12 hingga 21 tahun.

Meski sempat mengalami keluhan cukup serius, pihak rumah sakit memastikan kondisi para pasien kini berangsur membaik.

“Keluhan mereka sudah berkurang dan kondisinya relatif stabil. Namun tetap perlu dilakukan observasi lanjutan,” jelas Dwi.

Polisi dan Dinkes Lakukan Investigasi
Sementara itu, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Baca Juga: Viral! Selebgram Ruce Nuenda Tetap ke Tempat Umum Saat Kena Campak, Warganet Geram

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan timnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai sampel makanan dari lokasi.

Beberapa sampel yang diperiksa antara lain:

  • Nasi rawon
  • Telur asin
  • Sisa makanan dalam paket MBG

Sampel tersebut akan diuji lebih lanjut di **Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya** untuk memastikan penyebab keracunan secara ilmiah.

Meski para santri menunjukkan gejala keracunan, hasil pemeriksaan awal terhadap makanan belum menemukan kandungan bahan kimia berbahaya.

Dari hasil rapid test sementara, tidak terdeteksi zat berbahaya seperti:

  • Formalin
  • Sianida
  • Nitrat
  • Arsenik

Namun demikian, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab sebenarnya dari insiden tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang belum memberikan kesimpulan resmi mengenai sumber keracunan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X