INSIBERNEWS - Selebgram Ruce Nuenda menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengaku terinfeksi campak namun tetap berada di fasilitas umum.
Di tengah meningkatnya kasus campak di Indonesia, tindakannya memicu gelombang kritik dari warganet hingga tenaga kesehatan.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang bahaya penularan campak serta tanggung jawab individu saat mengalami penyakit menular.
Perbincangan bermula dari unggahan akun X @Maeliani07 pada Selasa, 3 Maret 2026. Akun tersebut membagikan tangkapan layar Instagram Story Ruce yang menunjukkan dirinya berada di tempat umum sambil mengabarkan tengah sakit campak.
Baca Juga: Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Dalam unggahan tersebut, Ruce menulis bahwa dirinya terkena campak, disertai emoji menangis dan tertawa. Unggahan itu sontak memicu reaksi keras karena campak dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet atau percikan napas.
Tak lama setelah itu, Ruce kembali mengunggah klarifikasi bahwa ia tidak mengetahui campak dapat menular dengan cepat. Ia menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan akan segera pulang ke rumah.
Sudah Periksa ke UGD, Dokter Sarankan Istirahat dan Jaga Jarak
Setelah isu tersebut viral, Ruce kembali menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram pribadinya, @rucenuenda, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa dirinya telah memeriksakan kondisi ke Unit Gawat Darurat (UGD). Bahkan, ia sempat meminta rawat inap, namun dokter menyatakan kondisinya tidak memerlukan opname. Ruce dianjurkan untuk:
- Beristirahat total di rumah
- Mengonsumsi obat sesuai resep
- Menggunakan salep untuk gejala ruam
- Menjaga jarak, termasuk dari anaknya di rumah
Dalam klarifikasinya, ia mengakui bahwa seharusnya tidak keluar rumah meskipun hanya untuk berolahraga. Ia juga menyebut bahwa keputusan pulang diambil setelah mendapat teguran dari teman-temannya.
Ruce mengaku tidak menyangka situasi akan membesar, namun menjadikannya sebagai pelajaran untuk lebih bijak dan bertanggung jawab ke depannya.
Tenaga Kesehatan Angkat Bicara Soal Bahaya Penularan Campak
Viralnya kasus ini turut menarik perhatian sejumlah tenaga kesehatan dan influencer medis, di antaranya, Adam Prabata, Ayman Alatas dan Rizal.
Mereka memberikan edukasi bahwa campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Dalam kondisi tertentu, satu penderita campak dapat menularkan virus kepada hingga sembilan orang di sekitarnya, terutama jika berada di ruang tertutup atau fasilitas umum.
Artikel Terkait
Kesadaran Mantan Penambang Tanpa Izin Bersama-sama Membangun Pongkor
Ungkap Siap Terbang ke Teheran, Kedubes Iran Apresiasi Niat Baik Prabowo untuk Fasilitasi Mediasi dengan AS
Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat
Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Mahfud MD Soroti Board of Peace Trump di Tengah Konflik AS–Iran, Ingatkan Indonesia Kembali ke Politik Bebas Aktif
Upaya Perkuat Kedaulatan Emas Nasional, ANTAM Teken GSPA 6 Ton per Tahun dengan Merdeka Group