INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, termasuk bagi kelompok rentan seperti ibu hamil.
Namun, baru-baru ini menu MBG yang diberikan kepada ibu hamil selama Ramadan menjadi perbincangan hangat di media sosial karena dinilai kurang mencerminkan makanan bergizi.
Ibu hamil merupakan salah satu kelompok penerima manfaat dalam program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selain ibu hamil, program ini juga menyasar ibu menyusui serta balita.
Baca Juga: Prabowo di Depan Ulama Sebut RI Bisa Keluar dari Board of Peace Jika Tak Bermanfaat bagi Palestina
Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan sekitar 2,4 juta penerima manfaat dari tiga kelompok tersebut. Program ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama bagi ibu hamil, guna mendukung tumbuh kembang janin sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
Perbincangan mengenai menu MBG untuk ibu hamil bermula dari unggahan akun @Oskar_Odding di platform X pada Rabu, 4 Maret 2026. Unggahan tersebut memperlihatkan sebuah kotak berisi paket makanan yang disebut sebagai menu MBG bagi ibu hamil.
Dalam cuitannya, pemilik akun menuliskan bahwa paket tersebut diberikan sebulan sekali, namun temannya memilih tidak mengambilnya.
Baca Juga: Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
“Temenku dapat yang buat bumil, sekotak sebulan sekali, tapi dia nggak mau ngambil wkwkw,” tulisnya.
Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan telah ditonton lebih dari 389 ribu kali. Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang turut dibagikan, terlihat pesan yang menyebutkan pembagian paket “MBG bumil sebulan sekali” serta alasan seseorang memilih tidak datang mengambilnya.
Foto yang beredar memperlihatkan beberapa jenis makanan di dalam kotak, antara lain:
- Susu jenis ultra processed food (UPF)
- Donat
- Aneka jajanan pasar
- Mi instan
Komposisi makanan tersebut langsung memicu pertanyaan dari warganet terkait kandungan gizi yang diterima ibu hamil.
Banyak pengguna media sosial yang mengkritik menu tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan tujuan program yang menekankan pemenuhan gizi.
Artikel Terkait
Ungkap Siap Terbang ke Teheran, Kedubes Iran Apresiasi Niat Baik Prabowo untuk Fasilitasi Mediasi dengan AS
Wafat di Usia 90 Tahun, Intip Jejak Pengabdian Try Sutrisno di TNI dan Pemerintahan Indonesia
Viral! Selebgram Ruce Nuenda Tetap ke Tempat Umum Saat Kena Campak, Warganet Geram
Jamin Pasokan Terjaga, Bahlil Pastikan Cadangan BBM Aman di Tengah Dinamika Global
Prabowo di Depan Ulama Sebut RI Bisa Keluar dari Board of Peace Jika Tak Bermanfaat bagi Palestina