INSIBERNEWS - Baru-baru ini tengah hangat diperbincangkan sebuah video yang memperlihatkan perselisihan antarpenumpang bus TransJakarta mendadak viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria terlibat adu mulut dengan seorang perempuan yang merekam kejadian itu. Pria tersebut diduga melontarkan kata-kata bernada rasis sebelum akhirnya diprotes oleh korban.
Diketahui pria tersebut terekam mengatakan, “Cina pergi ke hotel saja sana,” sebuah pernyataan yang langsung memicu ketegangan di antara para penumpang.
Baca Juga: Kontroversi Video Rasis Obama Mirip Monyet, Trump Ungkap Tak Merasa Bersalah
Situasi di dalam bus sempat memanas. Pria dalam video tampak menantang sambil menatap tajam ke arah perempuan yang merekamnya. Beruntung, beberapa penumpang lain yang berada di lokasi segera mencoba menenangkan keadaan agar konflik tidak semakin meluas.
Seorang penumpang yang duduk di bagian belakang bus terlihat berinisiatif melerai pertengkaran. Ia juga mengingatkan agar tidak ada tindakan atau ucapan yang mengandung unsur rasisme terhadap sesama penumpang.
Tindakan tersebut mendapat respons positif dari warganet yang menilai kepedulian antarpenumpang sangat penting untuk menjaga kenyamanan bersama di transportasi umum.
Manajemen TransJakarta Imbau Saling Menghormati
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak TransJakarta angkat bicara. Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menyayangkan insiden yang terjadi antar pelanggan di dalam armada bus.
Dalam keterangan tertulisnya pada Senin (16/2/2026), Ayu menegaskan pentingnya menjaga sikap saling menghormati selama menggunakan layanan transportasi publik.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk saling menghormati demi kenyamanan bersama,” ujarnya.
Korban Diminta Segera Melapor
Pihak TransJakarta juga mendorong korban yang merasa dirugikan akibat tindakan tidak menyenangkan untuk segera melapor kepada petugas. Laporan dapat disampaikan langsung kepada petugas di lokasi maupun melalui layanan pelanggan resmi.
“Silakan laporkan segala bentuk ketidaknyamanan atau tindakan yang tidak menyenangkan kepada petugas kami di lapangan atau melalui call center 1500-102,” jelas Ayu.
Artikel Terkait
Habib Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan, Korban Penganiayaan Banser Curhat Trauma Psikis dan Kekecewaan
Melalui Koperasi Merah Putih, Pemerintah Siapkan Skema Kredit Ringan untuk Nelayan
Kesal Dengar Suara Tangisan, Pria di Karawang Barat Tega Aniaya Balita 2,5 Tahun, Pelaku Ditangkap Polisi dan Terancam 5 Tahun Penjara
Puluhan Kendaraan Mogok Usai Isi Bensin, SPBU di Parungpanjang Diduga Jual Pertalite Bercampur Air
Detik-Detik Angkot Nyaris Tersambar KRL di Jembatan Besi Tambora, Warga Panik
Tragis! Ledakan Petasan di Grobogan Nyaris Renggut Nyawa Tiga Remaja, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian