INSIBERNEWS - Melalui Koperasi Merah Putih, yang dikabarkan akan segera berdiri di desa-desa dalam waktu dekat, termasuk di kampung-kampung nelayan.
Berbagai layanan akan memudahkan para nelayan, di antaranya adalah penyaluran kredit berbunga rendah. Dengan begitu, para nelayan tak perlu meminjam pada rentenir yang membebankan bunga tinggi.
"Akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir. Kita akan beri bunganya yang sangat-sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka (nelayan)," kaa Prabowo di Jakarta, Jumat (13/2).
Prabowo menambahkan, negara harus hadir untuk seluruh rakyat. Selama ini para pengusaha besar sudah menikmati akses pembiayaan berbunga ringan. Harusnya rakyat kecil seperti nelayan juga diberikan.
"Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan," ia menegaskan.
Selain akses pembiayaan murah, Koperasi Merah Putih juga akan menyediakan berbagai barang bersubsidi untuk kebutuhan nelayan.
"Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran," Prabowo mengungkapkan.
Modal untuk Koperasi Merah Putih berasal dari Dana Desa. Selama ini, Dana Desa kerap diselewengkan oleh aparatur desa. Agar lebih bermanfaat untuk rakyat, pemerintah sekarang mengarahkan penggunaan Dana Desa untuk mendukung Koperasi Merah Putih.
"Anggarannya sudah ada, karena 10 tahun kita sudah beri Dana Desa kepada desa-desa kita. Sepuluh tahun sudah kita berikan. Dan sekarang kita akan mengarahkan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Hati-hati! Link 'Video Teh Pucuk' Viral 1 Menit 50 Detik Kembali Muncul, Warganet Diminta Waspada Phishing
Menteri LH dan Wali Kota Tangerang Pimpin Aksi Massal Perang Melawan Sampah di Pasar Anyar
Kontroversi Video Rasis Obama Mirip Monyet, Trump Ungkap Tak Merasa Bersalah
Delay 5 Jam, Viral Penumpang Super Air Jet Tujuan Denpasar Protes Soal Kurangnya Komunikasi Pihak Maskapai, Berikut Kronologinya
Habib Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan, Korban Penganiayaan Banser Curhat Trauma Psikis dan Kekecewaan