INSIBERNEWS - Sebuah stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, diduga menjual bahan bakar jenis Pertalite yang tercampur air.
Pengendara yang melintas di wilayah tersebut dibuat terkejut sekaligus geram. Pasalnya, insiden ini memicu mogok massal pada sejumlah kendaraan tak lama setelah melakukan pengisian bahan bakar.
Diketahui setidaknya 17 sepeda motor dan 2 mobil mengalami gangguan mesin usai mengisi Pertalite di SPBU tersebut, berdasarkan keterangan warga sekitar, kendaraan-kendaraan itu dilaporkan mogok tidak jauh dari lokasi pengisian.
Salah seorang warga, Jali, mengungkapkan bahwa para pengendara yang merasa dirugikan langsung kembali ke SPBU untuk meminta pertanggungjawaban.
“Ternyata bensinnya campur air. Banyak sepeda motor mogok dan rusak, jadi mereka kembali ke SPBU minta ganti rugi,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Pihak pengelola SPBU tidak membantah adanya kendaraan yang mengalami kerusakan setelah mengisi Pertalite. Pengelola SPBU, Tambahe Silalahi, menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, bertepatan dengan pergantian jadwal petugas.
Ia menyebutkan, seluruh kendaraan yang terdampak telah ditangani dengan menguras bahan bakar dari tangki dan menggantinya dengan Pertamax sebagai bentuk tanggung jawab awal.
Penjualan Ditutup Sementara, Penyebab Masih Diselidiki
Terkait asal mula air yang bercampur dalam tangki Pertalite, pihak pengelola mengaku masih melakukan investigasi internal. Mereka memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan unsur kesengajaan.
Sebagai langkah antisipasi, penjualan bahan bakar di SPBU tersebut untuk sementara waktu dihentikan guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami sudah cek, memang ada campuran air di Pertalite. Tapi sumbernya masih kami telusuri. Untuk sementara, operasional penjualan kami tutup,” tambahnya.
Kasus dugaan Pertalite tercampur air di Parungpanjang ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk lebih waspada saat mengisi bahan bakar. Jika kendaraan menunjukkan gejala tidak normal setelah pengisian, konsumen disarankan segera melapor dan menyimpan bukti transaksi.
Hingga saat ini, pihak SPBU masih melakukan penelusuran penyebab pasti kejadian tersebut, sementara para konsumen berharap ada pertanggungjawaban penuh atas kerugian yang dialami.
Artikel Terkait
Pemkot Tangerang Tegaskan Komitmen Pelayanan Inklusif Lewat Tangerang Ngebesan 2026
Jalani Sidang Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Akui Datang sebagai 'Wongsoyudo' yang Siap Bertanggung Jawab
Kontroversi Video Rasis Obama Mirip Monyet, Trump Ungkap Tak Merasa Bersalah
Delay 5 Jam, Viral Penumpang Super Air Jet Tujuan Denpasar Protes Soal Kurangnya Komunikasi Pihak Maskapai, Berikut Kronologinya
Habib Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan, Korban Penganiayaan Banser Curhat Trauma Psikis dan Kekecewaan
Melalui Koperasi Merah Putih, Pemerintah Siapkan Skema Kredit Ringan untuk Nelayan
Kesal Dengar Suara Tangisan, Pria di Karawang Barat Tega Aniaya Balita 2,5 Tahun, Pelaku Ditangkap Polisi dan Terancam 5 Tahun Penjara