INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve, sebagai calon Ketua bank sentral AS berikutnya. Langkah ini langsung menyita perhatian pasar keuangan global karena posisi Ketua The Fed dinilai sangat menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut disampaikan hanya dua hari setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Keputusan suku bunga yang stabil itu sebelumnya dinilai mencerminkan sikap hati-hati bank sentral di tengah tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Baca Juga: Banjir Jakarta Mulai Surut, Tapi 5 RT di Jakut Masih Tergenang hingga 45 Cm
Meski telah diumumkan oleh Presiden, penunjukan Kevin Warsh belum bersifat final. Sesuai aturan, nominasi Ketua Federal Reserve harus melalui proses uji kelayakan dan mendapatkan persetujuan dari Senat Amerika Serikat sebelum resmi menjabat.
“Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya yakin dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua Fed terhebat, mungkin yang terbaik,” tulis Trump dalam unggahan di akun Truth Social miliknya.
“Dia adalah sosok yang sangat cocok untuk peran ini dan tidak akan pernah mengecewakan,” lanjut Trump dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga: Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Dibahas Serius, Mendikdasmen Janji Cari Jalan Tengah
Kevin Warsh saat ini dikenal sebagai akademisi dan praktisi ekonomi. Ia menjabat sebagai Shepard Family Distinguished Visiting Fellow bidang Ekonomi di Hoover Institution serta mengajar di Stanford Graduate School of Business. Di luar dunia akademik, Warsh juga aktif di sektor investasi.
Ia tercatat sebagai mitra dari investor legendaris Stanley Druckenmiller di Duquesne Family Office LLC. Pengalaman tersebut dinilai memberi Warsh perspektif luas, baik dari sisi kebijakan publik maupun dinamika pasar keuangan global.
Baca Juga: Aturan Bisnis Harus Sejalan HAM, Kementerian HAM Siapkan Perpres yang Mengikat 2028
Warsh bukan sosok baru di lingkungan Federal Reserve. Ia pernah mencatat sejarah sebagai Gubernur The Fed termuda saat dilantik pada usia 35 tahun, dan menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve pada periode 2006 hingga 2011.
Pengalamannya menangani kebijakan moneter di masa krisis keuangan global 2008 menjadi salah satu modal utama yang disorot para analis. Banyak pihak menilai Warsh memiliki pendekatan tegas terhadap stabilitas moneter dan disiplin kebijakan.
Dengan nominasi ini, perhatian kini tertuju pada proses politik di Senat serta sinyal kebijakan yang mungkin diusung Warsh jika kelak memimpin The Fed. Arah suku bunga, inflasi, dan stabilitas ekonomi AS diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam beberapa bulan ke depan.***
Artikel Terkait
Disebut Lebih Mematikan dari Covid-19, Apa Itu Virus Nipah yang Kembali Muncul di India?
CEO One Global Capital Lapor Polisi: Dampak Pemberitaan Disebut Ganggu Investor Global
Tiket KA H-3 Lebaran 2026 Mulai Dijual, Momentum Libur Panjang Jadi Incaran Pemudik
Aturan Bisnis Harus Sejalan HAM, Kementerian HAM Siapkan Perpres yang Mengikat 2028
Gencatan Senjata Kian Rapuh, Serangan Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga Sipil
MK Tegaskan Kolegium Kedokteran Harus Independen, Pemerintah Tak Boleh Campur Etika Profesi
Prabowo Siapkan Bersih-bersih Himbara, Arah Baru Bank BUMN Lewat Talenta Muda
Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Dibahas Serius, Mendikdasmen Janji Cari Jalan Tengah
Jaga Stabilitas Pengawasan, OJK Tetapkan Pejabat Pengganti Dewan Komisioner
Banjir Jakarta Mulai Surut, Tapi 5 RT di Jakut Masih Tergenang hingga 45 Cm