INSIBERNEWS - Bencana tanah longsor terjadi di kawasan bantaran sungai Kali Bekasi, tepatnya di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Peristiwa ini menambah daftar bencana alam yang melanda wilayah tersebut setelah sebelumnya sejumlah kawasan dilaporkan terdampak banjir.
Informasi mengenai longsor ini ramai diperbincangkan setelah beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @infobekasi pada Sabtu, 31 Januari 2026, terlihat jelas kondisi bantaran sungai yang ambles disertai runtuhnya bagian tanah di sekitar permukiman warga.
Baca Juga: Kasus Hogi Minaya Ditutup, Perjuangan Bela Istri Berakhir Bebas dari Jerat Hukum
“Berdasarkan keterangan ketua RT setempat, sebanyak enam rumah terdampak akibat longsor,” tulis akun tersebut.
Menurut laporan warga di lapangan, longsor di bantaran Kali Bekasi terjadi secara bertahap. Sebelum kejadian, jarak antara rumah warga dan tepi sungai masih relatif aman.
“Sebelum longsor, jarak dari permukiman ke bantaran sungai sekitar 12 meter,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Puluhan WNI Korban Online Scam Dipulangkan dari Kamboja, Awal Repatriasi 2026
Meski bukan berada di wilayah dengan kontur perbukitan, kejadian ini menunjukkan tingginya kerentanan kawasan bantaran sungai yang dijadikan area hunian. Erosi tanah yang terus berlangsung diduga menjadi pemicu utama longsor.
Dampak kerusakan pun cukup parah. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, bahkan ada bangunan yang hanya menyisakan satu ruangan kamar, sementara sebagian lainnya tinggal berdiri tembok bagian depan.
“Ada rumah yang tersisa satu ruangan saja, bahkan ada yang hanya tinggal tembok depan,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga: DFB Tegaskan Tak Ikut Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Pilih Jalur Dialog dan Sportivitas
Kondisi ini membuat warga sekitar diliputi rasa cemas, terutama terhadap potensi longsor susulan. Kekhawatiran meningkat mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Pembuatan tanggul penahan tanah di sepanjang bantaran sungai dinilai mendesak untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
“Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah pencegahan dengan membangun tanggul di titik-titik rawan,” tulis akun tersebut.
Artikel Terkait
BPOM Soroti Penyalahgunaan Gas N2O, Produk Whip Pink Ramai Dipasarkan untuk 'Nge-Fly'
Tabrak Lari Pemotor di Rengasdengklok, Mobil Anggota Polisi Berakhir Nyemplung ke Kali
Enam Rumah Warga Terdampak Longsor di Bantaran Kali Bekasi, Pemerintah Diminta Bangun Tanggul
Peraih Medali Emas PON, Nurul Akmal Ungkap Kekecewaan Soal Status PPPK Paruh Waktu
Menhan Sjafrie Ungkap Presiden Prabowo Melakukan Pertemuan dengan Tokoh Oposisi, Apa yang Dibahas?
Disebut Anak Haram, Amanda Manopo Ungkap Kesedihan Dibully Netizen Saat Hamil
Usai Rehabilitasi Narkoba, Onad Buka Pengakuan soal Sindrom Peter Pan dan Sulit Lepas dari Masa Muda
DFB Tegaskan Tak Ikut Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Pilih Jalur Dialog dan Sportivitas
Puluhan WNI Korban Online Scam Dipulangkan dari Kamboja, Awal Repatriasi 2026
Kasus Hogi Minaya Ditutup, Perjuangan Bela Istri Berakhir Bebas dari Jerat Hukum