KDM Geram! Pedagang Es Gabus Viral Ketauan Bohong, Ngaku Ngontrak Padahal Rumah Sendiri

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:46 WIB
KDM Geram saat Klarifikasi Pedagang Es Gabus Viral (Foto : YouTube/KDM Channel)
KDM Geram saat Klarifikasi Pedagang Es Gabus Viral (Foto : YouTube/KDM Channel)

INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menunjukkan kemarahan saat menemui Suderajat, pedagang es kue yang sebelumnya viral di media sosial. Emosi KDM memuncak ketika proses klarifikasi mengungkap adanya informasi yang dinilai tidak sesuai fakta.

Suderajat sempat menjadi sorotan publik setelah mengaku menjadi korban fitnah dan intimidasi oknum aparat. Ia dituding menjual es berbahan spons, tuduhan yang kemudian memicu simpati luas dari masyarakat dan perhatian langsung dari KDM.

Baca Juga: Demutualisasi BEI Makin Dekat, Danantara Buka Opsi Masuk Jadi Pemegang Saham

Namun dalam pertemuan tersebut, KDM justru dibuat kecewa. Ia menilai Suderajat tidak sepenuhnya jujur, terutama terkait kondisi tempat tinggal yang disampaikan kepada publik dan pemerintah daerah.

“Jangan bohong ke negara, apalagi kalau sudah pernah dibantu,” ujar KDM dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.

Suderajat sebelumnya mengaku tinggal di rumah kontrakan dengan kondisi ekonomi terbatas. Fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Ia tercatat memiliki rumah pribadi dan bahkan pernah menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari pemerintah.

Baca Juga: Kasus Penjambretan Berbuntut Panjang, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara

Kebenaran itu terungkap setelah KDM meminta klarifikasi langsung kepada Ketua RW setempat. Dari penjelasan yang diterima, dipastikan rumah yang ditempati Suderajat adalah miliknya sendiri, bukan rumah sewaan seperti yang selama ini disampaikan.

KDM menilai kebohongan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan. Ia mengingatkan agar persoalan simpati publik tidak dimanfaatkan dengan menyampaikan data yang keliru.

Baca Juga: Pertemuan Keir Starmer dan Xi Jinping Disorot Trump, Inggris Dianggap Ambil Risiko Besar

Meski demikian, KDM menegaskan bahwa pemerintah tetap akan melindungi warga dari tindakan intimidasi yang tidak semestinya. Namun, ia meminta masyarakat bersikap jujur agar setiap kebijakan dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X