IHSG Tertekan, OJK Pilih Ngantor di BEI demi Redam Gejolak Pasar

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:19 WIB
Otoritas Jasa keuangan (OJK)  (Katadata)
Otoritas Jasa keuangan (OJK) (Katadata)

INSIBERNEWS - Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan berat dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga memaksa otoritas bursa melakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt selama dua hari berturut-turut, yakni pada 28 dan 29 Januari 2026.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran luas di kalangan pelaku pasar. Penurunan IHSG yang dalam mencerminkan sentimen negatif yang cepat menyebar, seiring meningkatnya aksi jual saham oleh investor domestik maupun asing.

Baca Juga: Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat Fokus Mutu, Bukan Label Siswa

Pemicu utama gejolak ini berasal dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menerapkan temporary treatment terhadap pasar saham Indonesia. Kebijakan tersebut langsung memukul kepercayaan investor dan memicu gelombang kepanikan di lantai bursa.

Sejumlah pelaku pasar menilai langkah MSCI membuat investor global bersikap lebih defensif. Alhasil, tekanan jual meningkat signifikan, likuiditas menipis, dan volatilitas pasar melonjak dalam waktu singkat.

Merespons situasi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah luar biasa. Demi memastikan pengawasan pasar berjalan secara intens dan real time, jajaran pimpinan OJK memutuskan untuk berkantor langsung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Menkeu Putar Besar-besaran Pejabat Pajak, 70 Orang Siap Dimutasi Pekan Depan

Langkah ini mulai diberlakukan pada Jumat, 30 Januari 2026. Kehadiran langsung pimpinan OJK di pusat aktivitas perdagangan saham diharapkan mampu mempercepat koordinasi dan pengambilan keputusan di tengah situasi krisis.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk keberpihakan pada stabilitas sistem keuangan nasional dan perlindungan terhadap kepentingan investor.

"Kami solid mendukung kepentingan nasional. Fokus kami memastikan reformasi berjalan cepat, tepat, dan efektif,"

Baca Juga: Polemik Penetapan Tersangka Hogi Minaya Berujung Penonaktifan Kapolresta Sleman

"Mulai besok, kami berkantor di sini, di BEI," ujar Mahendra.

OJK bersama BEI dan pemangku kepentingan lainnya terus mengkaji berbagai opsi kebijakan untuk meredam gejolak. Pemerintah berharap stabilitas pasar dapat segera pulih dan kepercayaan investor kembali terbangun.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X