INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menunjukkan kemarahan saat menemui Suderajat, pedagang es kue yang sebelumnya viral di media sosial. Emosi KDM memuncak ketika proses klarifikasi mengungkap adanya informasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
Suderajat sempat menjadi sorotan publik setelah mengaku menjadi korban fitnah dan intimidasi oknum aparat. Ia dituding menjual es berbahan spons, tuduhan yang kemudian memicu simpati luas dari masyarakat dan perhatian langsung dari KDM.
Baca Juga: Demutualisasi BEI Makin Dekat, Danantara Buka Opsi Masuk Jadi Pemegang Saham
Namun dalam pertemuan tersebut, KDM justru dibuat kecewa. Ia menilai Suderajat tidak sepenuhnya jujur, terutama terkait kondisi tempat tinggal yang disampaikan kepada publik dan pemerintah daerah.
“Jangan bohong ke negara, apalagi kalau sudah pernah dibantu,” ujar KDM dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.
Suderajat sebelumnya mengaku tinggal di rumah kontrakan dengan kondisi ekonomi terbatas. Fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Ia tercatat memiliki rumah pribadi dan bahkan pernah menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari pemerintah.
Baca Juga: Kasus Penjambretan Berbuntut Panjang, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara
Kebenaran itu terungkap setelah KDM meminta klarifikasi langsung kepada Ketua RW setempat. Dari penjelasan yang diterima, dipastikan rumah yang ditempati Suderajat adalah miliknya sendiri, bukan rumah sewaan seperti yang selama ini disampaikan.
KDM menilai kebohongan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan. Ia mengingatkan agar persoalan simpati publik tidak dimanfaatkan dengan menyampaikan data yang keliru.
Baca Juga: Pertemuan Keir Starmer dan Xi Jinping Disorot Trump, Inggris Dianggap Ambil Risiko Besar
Meski demikian, KDM menegaskan bahwa pemerintah tetap akan melindungi warga dari tindakan intimidasi yang tidak semestinya. Namun, ia meminta masyarakat bersikap jujur agar setiap kebijakan dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.***
Artikel Terkait
Polemik Penetapan Tersangka Hogi Minaya Berujung Penonaktifan Kapolresta Sleman
Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Massal MBG, Sekolah Ungkap Kronologi Lengkap
Pertemuan Keir Starmer dan Xi Jinping Disorot Trump, Inggris Dianggap Ambil Risiko Besar
Wisata Berujung Petaka, Kemlu RI Ungkap Kronologi Kecelakaan WNI di Norwegia yang Tewaskan Dua Orang
Menkeu Putar Besar-besaran Pejabat Pajak, 70 Orang Siap Dimutasi Pekan Depan
Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat Fokus Mutu, Bukan Label Siswa
IHSG Tertekan, OJK Pilih Ngantor di BEI demi Redam Gejolak Pasar
Kasus Penjambretan Berbuntut Panjang, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara
Pucuk Pimpinan OJK Mundur Serentak, Disebut Demi Pemulihan Lembaga?
Demutualisasi BEI Makin Dekat, Danantara Buka Opsi Masuk Jadi Pemegang Saham