Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Massal MBG, Sekolah Ungkap Kronologi Lengkap

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 30 Januari 2026 | 16:43 WIB
Menyoroti penuturan pihak sekolah SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah ihwal insiden keracunan massal yang dialami para siswa usai santap MBG.  (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti penuturan pihak sekolah SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah ihwal insiden keracunan massal yang dialami para siswa usai santap MBG. (Instagram.com/@undercover.id)

INSIBERNEWS - Insiden keracunan massal menimpa ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis, 29 Januari 2026. Peristiwa ini menyedot perhatian publik setelah ratusan pelajar harus mendapatkan perawatan medis dan kejadian tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 118 siswa sempat menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dugaan sementara mengarah pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya.

Baca Juga: Siang Bolong di Boyolali Berujung Duka, Bocah 6 Tahun Tewas dalam Aksi Perampokan Sadis

Klarifikasi Resmi SMAN 2 Kudus
Menanggapi viralnya kabar tersebut, pihak sekolah akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram @sman_2_Kudus, pada Jumat, 30 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, sekolah memaparkan kronologi lengkap kejadian sejak awal hingga penanganan medis.

“Kronologi kejadian, Kamis, 29 Januari 2026,” tulis pihak sekolah dalam pernyataannya.

Pihak SMAN 2 Kudus menjelaskan bahwa para siswa dan guru sempat mengonsumsi menu MBG pada Rabu, 28 Januari 2026. Menu tersebut berasal dari SPPG Purwosari dengan total 1.276 porsi.

Baca Juga: Tragis! Kebakaran di Jagakarsa, Satu Lansia Meninggal Dunia, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Adapun menu MBG yang disajikan meliputi:

  • Nasi putih
  • Tauge matang
  • Ayam suwir
  • Kuah soto
  • Tempe goreng
  • Sambal kecap
  • Buah kelengkeng

Setelah makanan tiba di sekolah, menu tersebut langsung didistribusikan dan dikonsumsi. Pihak sekolah juga menyebutkan bahwa sampel makanan telah diperiksa lebih dahulu oleh petugas, dan saat itu dinyatakan layak konsumsi.

Gejala Mulai Muncul Tengah Malam
Meski demikian, sejumlah siswa dan guru mulai mengalami gejala keracunan seperti diare, mual, muntah, pusing, hingga sakit perut. Gejala tersebut pertama kali terdeteksi pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Kondisi semakin terlihat jelas pada Kamis pagi, 29 Januari 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, banyak siswa meminta izin ke kamar mandi secara bersamaan.

“Keadaan memburuk karena banyak siswa harus antre di kamar mandi. Gejala yang dirasakan hampir sama, yakni perut mules, pusing, dan mual,” tulis pihak sekolah.

Baca Juga: Rose BLACKPINK Siap Tampil di Grammy 2026, Lagu Kolaborasi dengan Bruno Mars Borong Nominasi Bergengsi

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X