Sempat Picu Kepanikan, Sirine Banjir di Bekasi Kini Diubah Jadi Pesan Waspada

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Januari 2026 | 13:12 WIB
Warga Bekasi sempat viral karena berlarian ke jalan raya saat sirine peringatan banjir berbunyi. (Instagram/mastriadhianto)
Warga Bekasi sempat viral karena berlarian ke jalan raya saat sirine peringatan banjir berbunyi. (Instagram/mastriadhianto)

INSIBERNEWS - Potensi kenaikan tinggi muka air sungai di wilayah Bekasi masih terus menjadi perhatian. Setelah sempat menimbulkan kepanikan warga, sistem peringatan dini banjir berupa sirine kini mengalami penyesuaian agar lebih informatif dan tidak memicu kepanikan massal.

Sirine peringatan banjir sebelumnya sempat berbunyi pada Rabu malam, 28 Januari 2026, dan menjadi viral di media sosial. Bunyi sirine yang menyerupai alarm darurat membuat sejumlah warga panik dan berhamburan ke jalan raya karena khawatir sungai meluap.

Baca Juga: KPK Panggil Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

Menindaklanjuti kejadian tersebut, bunyi sirine kini diubah. Jika sebelumnya hanya berupa suara alarm, kini sirine disertai dengan pesan suara berisi pemberitahuan dan imbauan kepada warga agar tetap waspada.

“Sirine peringatan dini banjir kembali berbunyi pada Jumat, 30 Januari 2026, dini hari,” tulis keterangan akun Instagram @infobekasi_official.

Dalam rekaman yang beredar, sirine di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, terdengar menyampaikan pesan secara berulang sekitar pukul 02.30 WIB.

Baca Juga: Menkeu Nilai Mundurnya Dirut BEI Langkah Bertanggung Jawab di Tengah Guncangan IHSG

“Peringatan, terjadi kenaikan tinggi muka air. Warga diharapkan tetap waspada,” bunyi pesan dari sirine tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat kenaikan tinggi muka air di titik Pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas (P2C) mencapai 505 sentimeter pada Jumat, 30 Januari 2026, sejak pukul 01.30 WIB. Ketinggian tersebut bertahan hingga pukul 03.00 WIB dan masuk kategori Top Level.

Sementara itu, BPBD melaporkan kondisi di empat titik sungai sekitar Bekasi menunjukkan status yang bervariasi. Sungai Cibongas dan Cileungsi Hulu berada dalam kondisi normal, sedangkan Sungai Cikeas dan P2C berstatus siaga 3.

Baca Juga: Denada Akui Ressa Anak Kandung, Bantah Tuduhan Penelantaran di Sidang Banyuwangi

Momen kepanikan warga sebelumnya sempat terekam dan menyebar luas di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojawabarat pada Rabu malam, terlihat warga berlarian dan berkumpul di sekitar Jembatan Kali Lengkak untuk memantau kondisi pintu air.

Beberapa pengendara motor bahkan menghentikan kendaraannya di bahu jalan demi melihat langsung kondisi sungai. Saat itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa sirine difungsikan sebagai peringatan dini agar warga lebih siap dan waspada terhadap potensi banjir.

Dengan penyesuaian bunyi sirine ini, pemerintah daerah berharap masyarakat tetap siaga tanpa diliputi kepanikan, sekaligus meningkatkan efektivitas sistem peringatan dini di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X