Masuk DPN, Noe Letto Tegaskan Perannya serta Ungkap Tak Berada di Bawah Kepentingan Politik

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 22 Januari 2026 | 15:54 WIB
Tokoh publik sekaligus artis, Noe Letto menjelaskan perannya usai dilantik jadi tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).  (Instagram.com/@sabrangmdp_official)
Tokoh publik sekaligus artis, Noe Letto menjelaskan perannya usai dilantik jadi tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). (Instagram.com/@sabrangmdp_official)

Bantah Tuduhan Keberpihakan Politik
Menjawab tudingan bahwa langkahnya masuk ke DPN merupakan bentuk keberpihakan politik, Noe menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak berada di bawah kepentingan tokoh atau kekuatan politik mana pun.

“Saya tidak di bawah siapa-siapa. Tanggung jawab saya hanya pada nilai yang saya yakini dan kepada Tuhan,” ujarnya.

Noe juga membedakan antara negara dan pemerintah. Menurutnya, pemerintah bekerja dalam siklus politik lima tahunan, sedangkan negara memiliki kepentingan jangka panjang yang melampaui pergantian kekuasaan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Murka! Perusahaan Baja China Diduga Main Curang dan Rugikan Industri Dalam Negeri

Dalam konteks itulah, ia menempatkan dirinya sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan negara, bukan sebagai alat politik pemerintahan.

Soroti Ancaman Perang Kognitif
Salah satu fokus utama Noe sebagai Tenaga Ahli DPN adalah ancaman perang non-militer, khususnya perang kognitif.

Ia menilai pertahanan negara tidak hanya soal senjata dan kekuatan fisik, tetapi juga menyangkut cara berpikir masyarakat.

“Perang kognitif itu berhubungan dengan cara kita berpikir sehari-hari, dan itu bisa menghancurkan negara,” jelasnya.

Baca Juga: Konflik Guru dan Siswa di SMKN Tanjabtim, Akademisi Nilai Ada Krisis Adab di Sekolah

Noe mencontohkan kondisi sosial saat ini yang sarat perpecahan, rendahnya kepercayaan publik, serta maraknya disinformasi. Menurutnya, semua itu merupakan ancaman serius yang perlu mendapat perhatian khusus negara.

“Kita kesulitan mempercayai satu sama lain. Ini bukan hal sepele, dan inilah mengapa eksperimen ini perlu dilakukan,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X