"Kami terus mendengarkan, tapi tentu saja kami tidak akan menerima apa pun yang merugikan kedaulatan dan kepentingan nasional kami," tambahnya.
Baca Juga: Kasus Kuota Haji Kemenag Bergulir, KPK Periksa Pejabat PBNU
Para analis hubungan internasional menilai, pernyataan ini mencerminkan strategi ganda Teheran: menunjukkan ketegasan untuk mencegah eskalasi sekaligus, di saat yang sama, menjaga celah dialog agar konflik terbuka masih bisa dihindari.
Di tengah meningkatnya ketegangan regional—termasuk dinamika di Laut Merah, Suriah, dan Lebanon—langkah Iran kali ini dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pertahanan diri dan diplomasi.***
Artikel Terkait
Perkenalan John Herdman Diundur Sehari, Sosok Pelatih Baru Timnas Indonesia Ini Dianggap Mirip Pep Guardiola
Konflik Ari Lasso dan Dearly Djoshua Memanas, Tuntut Hapus Foto Bersama di Bali
BRI Perkuat Likuiditas, Terbitkan Surat Berharga Komersial untuk Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
Heboh! Ilustrasi 'Firaun' dari Khamenei untuk Trump, Ketegangan Iran–AS Kembali Memanas
Setop Impor Solar, Pemerintah Pacu Produksi Dalam Negeri Mulai Paruh Kedua 2026
AS Godok RUU Aneksasi Greenland, Denmark dan Dunia Bereaksi Keras
Kasus Kuota Haji Kemenag Bergulir, KPK Periksa Pejabat PBNU
Korut Murka di PBB, AS Dituding Mainkan Isu Sanksi dan Abaikan Etika Global
Proses Registrasi Dibuka! Berikut Info Jadwal dan Syarat Pendaftaran Siswa Jalur SNPMB 2026
KPK Sita Ribuan Dolar Singapura dari Kantor Pajak Jakut, Jejak Dugaan Rekayasa Pajak Terkuak