INSIBERNEWS - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali menyita perhatian dunia internasional setelah membagikan sebuah ilustrasi bernada sindiran keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Gambar tersebut menempatkan Trump dalam sosok Firaun, simbol klasik penguasa tiran, sekaligus menyiratkan pesan ancaman akan berakhirnya kekuasaan yang dianggap sewenang-wenang.
Ilustrasi itu menampilkan sebuah sarkofagus bergaya Mesir Kuno yang tampak retak dan runtuh. Pada bagian wajah, tergambar sosok yang menyerupai Donald Trump. Di bagian gambar tercantum tulisan singkat, “Seperti Firaun,” yang langsung memicu berbagai tafsir politik, baik di dalam maupun luar Iran.
Dalam keterangan yang ditulis dalam bahasa Persia di akun resmi X miliknya pada Senin (12/1/2026), Khamenei menyampaikan pesan yang lebih lugas.
“Para penguasa yang congkak dan berambisi menguasai dunia selalu memiliki akhir yang sama,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa sejarah berulang kali membuktikan kejatuhan mereka yang mabuk kekuasaan.
Baca Juga: Konflik Ari Lasso dan Dearly Djoshua Memanas, Tuntut Hapus Foto Bersama di Bali
Khamenei lalu merujuk sejumlah tokoh yang ia sebut sebagai contoh penguasa lalim, mulai dari Firaun dan Nimrod dalam kisah-kisah klasik, hingga Reza Khan dan Mohammad Reza Pahlavi dalam sejarah modern Iran.
“Yang satu ini juga akan dijatuhkan,” lanjutnya, tanpa menyebut nama Trump secara langsung, namun merujuk jelas pada ilustrasi yang diunggah.
Unggahan tersebut hadir di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Hubungan kedua negara kembali memburuk setelah sejumlah pernyataan keras dan ancaman politik dilontarkan dari pihak Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Iran dan kebijakan regionalnya.
Donald Trump dalam beberapa kesempatan terakhir dikabarkan mengeluarkan pernyataan yang menekan pemerintah Iran, terutama terkait isu keamanan kawasan, program nuklir, serta sikap Teheran terhadap sekutu-sekutu Washington di Timur Tengah. Pernyataan itu dinilai Iran sebagai bentuk intervensi dan provokasi terbuka.
Di sisi lain, Iran juga sedang menghadapi situasi domestik yang tidak kalah rumit. Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang demonstrasi besar dilaporkan terjadi di sejumlah kota, dipicu oleh persoalan ekonomi, tekanan sosial, serta ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.
Artikel Terkait
Digugat Rp7 Miliar atas Kasus Penelantaran Anak, Denada Pilih Serahkan pada Proses Hukum
Viral! Tour Guide Kalimantan Ungkap Rahasia Sungai Air Hitam, Indah Alami tapi Kini Terancam Tambang
Heboh! Sinkhole di Sawah Sumbar, Warga Berbondong-bondong Ambil Air Meski Sudah Diperingatkan
Prabowo Tegaskan Martabat Rakyat Kecil: Lebih Mulia dari Mereka yang Pintar tapi Korup
Di Balik Kemenangan Persib lawan Persija, Thom Haye Soroti Sisi Gelap Sepak Bola Tanah Air
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Usai Show ‘Mens Rea’, Abraham Samad Angkat Bicara Soal Risiko Hukum KUHP Baru
Targetkan Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis untuk Siswa Miskin hingga 2029, Prabowo Ungkap Bakal Tampung 500,000 Anak
Perkenalan John Herdman Diundur Sehari, Sosok Pelatih Baru Timnas Indonesia Ini Dianggap Mirip Pep Guardiola
Konflik Ari Lasso dan Dearly Djoshua Memanas, Tuntut Hapus Foto Bersama di Bali
BRI Perkuat Likuiditas, Terbitkan Surat Berharga Komersial untuk Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional