“Ini seperti menyeduh teh,” katanya.
“Airnya bukan berlumpur, justru sangat jernih. Warnanya menyerap cahaya matahari, bukan memantulkannya.”
Deny bahkan menceritakan pengalamannya memasukkan air sungai hitam ke dalam botol bening. Dalam kondisi biasa, air itu tampak seperti teh atau minuman soda. Namun saat terkena cahaya matahari, warnanya berubah menjadi kuning keemasan yang indah dan transparan.
Sayangnya, di balik keindahan tersebut, Deny menyoroti perubahan yang kini mulai terjadi. Ia mengungkap bahwa warna hitam alami di sejumlah sungai mulai bergeser menjadi cokelat keruh.
“Kalian tahu apa yang paling menyedihkan?” ucap Deny.
“Banyak sungai air hitam di Kalimantan berubah warna karena aktivitas tambang emas.”
Menurut Deny, limbah tambang menjadi ancaman serius bagi ekosistem sungai dan hutan hujan tropis. Ia berharap penjelasannya bisa membuka mata publik bahwa sungai air hitam bukanlah simbol pencemaran, melainkan kekayaan alam yang justru perlu dijaga sebelum benar-benar rusak oleh aktivitas manusia.***
Artikel Terkait
Tiga Pejabat Pajak Jakut Dinonaktifkan, DJP Tegaskan Tak Toleransi pada Praktik Korupsi!
Mentan Amran Soroti Impor Ilegal Bawang Bombai, Sebut Ancam Petani dan Ketahanan Pangan Nasional
Adly Fairuz Bantah Gugatan Rp5 Miliar, Kuasa Hukum Tegaskan Tak Pernah Janjikan Lolos Akpol
Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans Viral, Roby Tremonti Banjir Seruan Boikot usai Diduga Lakukan Child Grooming
Bahas Isu Child Grooming, Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Viral, Roby Tremonti Diklaim Warganet Sebagai Sosok 'Bobby'
Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakut Dibongkar KPK, Pengawasan Internal DJP Dipertanyakan?
Jejak Duit Kuota Haji Disorot KPK, Bantahan Fuad Menguat di Tengah Badai Kasus
Kasus Kuota Haji Bergulir Panjang, KPK Buka Peluang Periksa Eks Presiden Joko Widodo
KUHP–KUHAP Baru Diklaim Jadi Tameng Kritik, DPR Janji Tak Ada Kriminalisasi
Digugat Rp7 Miliar atas Kasus Penelantaran Anak, Denada Pilih Serahkan pada Proses Hukum