Siap Digunakan 2027, Pemerintah Bakal Bangun Kompleks Haji Indonesia di Mekkah Mulai Akhir 2026

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 7 Januari 2026 | 14:16 WIB
Siap Digunakan 2027, Pemerintah Bakal Bangun Kompleks Haji Indonesia di Mekkah Mulai Akhir 2026 (Istimewa )
Siap Digunakan 2027, Pemerintah Bakal Bangun Kompleks Haji Indonesia di Mekkah Mulai Akhir 2026 (Istimewa )

INSIBERNEWS - Indonesia bersiap mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah memastikan pembangunan kompleks perumahan haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, akan mulai dikerjakan pada kuartal IV tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, setelah Indonesia resmi memenangkan proses lelang (bidding) lahan strategis di Mekkah. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun kompleks haji yang diperuntukkan khusus bagi jemaah asal Indonesia.

“Pembangunan direncanakan mulai kuartal IV-2026. Lahan yang telah dibeli saat ini masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji,” ujar Rosan usai kegiatan retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Demi Perkuat Coretax, Menkeu Beri Restu DJP Tambah Jabatan Baru hingga 2026

Berlokasi di Kawasan Tahrir, Mekkah
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa properti yang diakuisisi Pemerintah Indonesia berada di kawasan Tahrir, Mekkah, salah satu area yang cukup strategis bagi aktivitas jemaah haji.

Meski demikian, kompleks haji tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk musim haji 2026. Pemerintah menargetkan penggunaan perdana pada penyelenggaraan haji tahun 2027.

“Untuk 2026 belum memungkinkan digunakan. Insya Allah 2027 baru bisa. Lokasinya di Tahrir. Namun, pengelolaan hotel sepenuhnya menjadi kewenangan Danantara, sementara Kementerian Haji sebagai pengguna,” jelas Irfan.

Baca Juga: Retret Kabinet di Bogor, Prabowo Siapkan Evaluasi Setahun Pemerintahan dan Target Baru 2026

Skema Penerbangan Jemaah Tetap Sama
Terkait transportasi udara, pemerintah memastikan tidak ada perubahan skema penerbangan jemaah haji Indonesia. Seluruh jemaah tetap akan mendarat di Bandara Jeddah dan Madinah, sebagaimana kebijakan yang berlaku sebelumnya.

“Masih tetap di Madinah dan Jeddah. Sampai sekarang belum ada perubahan,” tegas Irfan.

Hasil Diplomasi Presiden Prabowo
Sebelumnya, kemenangan Indonesia dalam bidding pembangunan kompleks haji ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari diplomasi tingkat tinggi Presiden Prabowo Subianto dengan pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga: Dituduh Pimpin Jaringan Narkotika, AS Tangkap Nicolas Maduro, Sidang Perdana Digelar di New York

Melalui pendekatan diplomatik tersebut, Arab Saudi bahkan bersedia mengubah regulasi, sehingga Indonesia dapat memiliki aset properti di wilayahnya sebuah kebijakan yang belum pernah diberikan kepada negara lain sebelumnya.

“Ini berkat diplomasi luar biasa Presiden. Untuk pertama kalinya, Arab Saudi mengubah aturan agar sebuah negara bisa memiliki aset di sana, dalam hal ini kompleks haji,” ungkap Prasetyo.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X