Retret Kabinet di Bogor, Prabowo Siapkan Evaluasi Setahun Pemerintahan dan Target Baru 2026

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 7 Januari 2026 | 09:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto gelar Retret Kabinet Merah Putih di Bogor (Foto : instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo Subianto gelar Retret Kabinet Merah Putih di Bogor (Foto : instagram/presidenrepublikindonesia)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menggelar retret Kabinet Merah Putih (KMP) 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Agenda ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi atas perjalanan satu tahun pemerintahan sejak dilantik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, salah satu fokus utama dalam retret tersebut adalah evaluasi kinerja kementerian dan lembaga. Presiden ingin melihat secara menyeluruh capaian, hambatan, serta langkah perbaikan yang perlu ditempuh ke depan.

Baca Juga: Candaan Pandji soal Gibran Disorot, Tompi Ingatkan Batas Kritik Politik

Menurut Prasetyo, Prabowo secara khusus menyoroti implementasi program-program unggulan yang menjadi prioritas nasional. Evaluasi ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Prasetyo menyebut capaian program ini cukup signifikan hingga awal 2026, sejalan dengan laporan Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan data BGN, program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang pada tahun 2026. Angka tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas cakupan program di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Skandal Pengadaan Militer Guncang Malaysia, 26 Perusahaan Diselidiki MACC

“Tentu saja dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun ini, apalagi hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025,” ujar Prasetyo Hadi.

Selain isu gizi, Prabowo juga menyinggung soal swasembada pangan. Presiden disebut ingin menaikkan target kemandirian pangan nasional, terutama setelah Indonesia mencatatkan sejarah tidak mengimpor beras sepanjang tahun 2025.

“Dan kita berharap capaian ini bisa dipertahankan di 2026. Bahkan, kita ingin ada peningkatan dari sisi swasembada pangan,” kata Prasetyo.

Baca Juga: Mudik Lebaran Lebih Fleksibel, Kemenhub Kaji Skema Work From Anywhere untuk ASN dan BUMN

Retret kabinet ini diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran pemerintahan. Prabowo menekankan pentingnya kerja kolektif agar program prioritas berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X