Di sisi lain, persidangan terhadap Sri Wahyuningsih menjadi pintu masuk untuk mengurai peran aktor-aktor lain yang terlibat. Jaksa menegaskan proses hukum akan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran dana dan pertanggungjawaban pihak-pihak yang disebut dalam dakwaan.
Sidang lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi dan pendalaman alat bukti.
Publik kini menanti, sejauh mana pengadilan akan mengungkap fakta-fakta di balik proyek digitalisasi pendidikan yang semula digadang-gadang sebagai terobosan, namun justru berujung pada dugaan korupsi berskala besar.***
Artikel Terkait
Aplikasi Ilegal Diduga Jadi Senjata Matel Rampas Kendaraan, Perwira Polisi Minta Komdigi Turun Tangan
Ranjau Paku Ditemukan di Jalur Gajah TN Tesso Nilo, Petugas Khawatir Jadi Upaya Sabotase Hutan Lindung
Kemendagri Salurkan 125 Ribu Pakaian Gagal Ekspor untuk Korban Banjir Sumatera, Tito Dorong Izin Khusus Bantuan Swasta
Pengungsi Banjir di Paya Cukai Kekurangan Bantuan Medis, Kondisi Warga Kian Mengkhawatirkan
IFG Terima Pengakuan INSTAR atas Praktik Keberlanjutan yang Konsisten
Ferry Irwandi Terharu Lihat Panen Cabai Warga Aceh Tengah Usai Banjir Bandang
Kepala BNPB Pastikan Dukungan Penuh untuk Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Bandang
Selama Lebih Dari Dua Dekade, Harga Saham BBRI Konsisten Naik di Bursa Efek Indonesia
Kisah Pilu Korban Banjir Aceh Tamiang, Bertahan Hidup Tanpa Air dan Makanan Selama 3 Hari
Menyentuh Hati! Ketua Posko Pengungsian di Aceh Dahulukan Korban Banjir di Desa Lain Demi Kemanusiaan: Ngapain Kita Rakus?