Baca Juga: Kantor PSY Digeledah Polisi, Kasus Dugaan Obat Tidur Ilegal Makin Jadi Buah Bibir di Korsel
Jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 1,9 juta jiwa, sedangkan 786.732 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan tinggal di 2.181 posko pengungsian yang tersebar di beberapa kabupaten.
Kerusakan material pun terbilang sangat besar. Sebanyak lebih dari 157 ribu unit rumah dilaporkan rusak, sementara sekitar 89 ribu hektare sawah ikut terdampak dan tidak dapat digunakan dalam waktu dekat.
Dengan medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu, upaya pencarian diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama. Namun harapan tetap menggantung di tengah kerja keras tim SAR, relawan, hingga bantuan dari luar negeri yang terus berupaya memberikan hasil terbaik.***
Artikel Terkait
Jelang Nataru dan Pascabencana, Kemendag Intensif Awasi Distribusi MinyaKita di Sumatera
Harga Perak Meroket, Tumbuh Lebih Cepat dari Emas dan Catat Rekor Sepanjang Masa
BGN Sampaikan Duka dan Janji Perketat SOP Usai Mobil MBG Tabrak Siswa di Kalibaru
Alasan Keselamatan, Semua Atlet Kamboja Batal Ikut SEA Games 2025 Thailand
Perkuat Inklusi Keuangan, AgenBRILink Permudah Akses Layanan Perbankan Masyarakat di Perbatasan
Suara Adzan yang Tak Pernah Padam, Kisah Pilu Suami Kehilangan Istri dalam Bencana Banjir dan Longsor Sibolga
Endapan Lumpur Setinggi Dada Hingga Atap, Warga Sumatera Harus Merangkak demi Masuk Rumah
Laga Hidup-Mati Timnas U-22, Indonesia Wajib Menang Besar atas Myanmar demi Jaga Tiket Semifinal
Ammar Zoni Akhirnya Lihat Anak-Anaknya Lewat Video, Irish Bella Dinilai Kooperatif Jaga Hubungan Baik
BNPB Ungkap Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera Hampir Tembus 1.000 Jiwa, Pencarian Masih Berjalan di Banyak Titik