“Desa kami seperti dihapus. Tinggal masjid yang masih berdiri,” kata Hendra dengan nada lirih yang sulit disembunyikan.
Menurutnya, sebelum bencana, Desa Sekumur dihuni sekitar 280 rumah. Kini seluruh bangunan itu hilang terseret arus tanpa sisa.
“Sekarang kalau orang datang, mungkin tidak percaya kalau di sini pernah ada kampung,” tuturnya.
Baca Juga: Keruk Habis Kekayaan Alam, WALHI Ungkap Banyak Bekas Tambang Ditinggal Tanpa Reboisasi
Sebagian besar warga yang selamat kini mengungsi ke daerah yang lebih tinggi dan menyebar di beberapa posko darurat. Kondisi di pengungsian masih jauh dari kata layak. Keterbatasan air bersih, selimut, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan lansia menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi.
Selain kebutuhan fisik, trauma juga menjadi luka yang tak terlihat namun nyata. Banyak anak-anak masih ketakutan setiap kali hujan turun. Mereka terbangun di malam hari karena teringat suara deras air dan kayu yang saling berbenturan, seperti kembali menghadirkan mimpi buruk yang sama.
Baca Juga: Polri dan Kemenhut Lakukan Investigasi Terkait Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumatera
Pemerintah daerah bersama relawan, TNI-Polri, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus berupaya menyalurkan bantuan dan membuka kembali akses ke wilayah terdampak.
Namun di balik semua upaya itu, nama Desa Sekumur kini menjadi pengingat pahit betapa rapuhnya permukiman di hadapan alam, dan betapa pentingnya kesiapsiagaan sebelum bencana datang tanpa aba-aba.***
Artikel Terkait
Akses Layanan BRI Tetap Terjaga di Daerah Bencana Banjir Bandang melalui Satelit
Polri dan Kemenhut Lakukan Investigasi Terkait Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumatera
Dulu Dihujat, Netizen Kini Bela Virgoun Pasca Isu Perselingkuhan Inara Rusli
Keruk Habis Kekayaan Alam, WALHI Ungkap Banyak Bekas Tambang Ditinggal Tanpa Reboisasi
Momen Presiden Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games
BRI Dorong Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Gelar Aksi Tanam Pohon
Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana
Banjir Aceh Bak Gelombang Kedua, Prabowo Turun Langsung dan Ingatkan Negara Tak Boleh Lambat Saat Rakyat Terluka
Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh
Tak Sanggup Atasi Banjir, 3 Bupati Aceh Disorot: Antara Realita Lapangan dan Gengsi Kepemimpinan