INSIBERNEWS – TNI mempercepat penyaluran bantuan darurat untuk wilayah-wilayah yang dilanda banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara serta Aceh. Upaya ini berlangsung sejak Jumat malam dan terus digencarkan melalui operasi udara skala besar demi menjangkau kawasan yang masih terisolasi.
Pangkodau I, Marsda TNI Muzafar, mengungkapkan bahwa bantuan yang masuk ke Posko TNI di Lanud Halim Perdanakusuma sudah mencapai 92.500 ton.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 76.500 ton telah diberangkatkan menuju titik-titik paling terdampak, termasuk Medan, Banda Aceh, Padang, Sibolga, hingga Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025 2026, Kapasitas Disebut Bakal Jauh Lebih Besar
“Kita salurkan melalui pesawat helikopter yang sebanyak 11, seperti yang tadi saya sampaikan,” ujar Marsda TNI Muzafar, Sabtu, 29 November 2025.
Menurut Muzafar, distribusi bantuan dilakukan dengan metode prioritas, terutama bagi wilayah yang masih terputus akibat infrastruktur rusak dan medan ekstrem.
Area-area ini tidak dapat ditembus kendaraan darat karena jalan amblas, jembatan putus, serta cuaca yang masih sangat tidak stabil. Karena itu, seluruh armada helikopter lintas matra—TNI AD, AL, dan AU—ditambah helikopter Basarnas, digerakkan penuh.
Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi!
“Daerah terisolir menjadi prioritas utama. Maka dari itu seluruh unsur helikopter yang kita punya, ditambah helikopter Basarnas, kita kerahkan,” ucapnya.
Dalam operasi ini, beberapa rute udara terus diperluas demi menjangkau pengungsian yang berada jauh dari pusat kota. Lokasi distribusi tidak hanya di bandara atau pos komando, tetapi langsung ke titik evakuasi warga yang terputus dari bantuan beberapa hari terakhir.
Selain logistik pangan, berbagai jenis bantuan teknis juga ikut diterbangkan. Beberapa di antaranya adalah perangkat komunikasi darurat, peralatan pemulihan jaringan listrik, hingga BTS darurat dari PLN.
Peralatan ini sangat penting untuk menghidupkan kembali sinyal komunikasi di wilayah yang sempat gelap total akibat kerusakan jaringan.
“Jenis bantuannya itu yang dari PLN untuk emergency BTS darurat kemudian bahan-bahan pokok makanan,” terang Muzafar.
Artikel Terkait
Selalu Dikaitkan dengan Hal Negatif, Jokowi Tegaskan Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP: 'Yang Saya Resmikan itu Bandara Maleo'
Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025 2026, Kapasitas Disebut Bakal Jauh Lebih Besar
Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi!
BNPB Beberkan Situasi Terkini Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Jiwa, Dua Siklon Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem
Guru 3T Terharu Prabowo Janji Bangun Jembatan Akses Sekolah: 'Beliau Benar-Benar Peduli'
Prabowo Menangis Lihat Anak Menyeberang Sungai demi Sekolah: 'Kita Harus Cepat Bertindak!'
Pelaku Ledakan SMAN 72 Dipindahkan ke Rumah Aman, Polisi Tegaskan Kondisi Psikis Belum Stabil
Rekening Masih Dibekukan, Ira Puspadewi Cerita soal Bantuan Teman hingga Momen Setelah Dapat Rehabilitasi
Banjir dan Longsor Terjang Agam-Sumbar: 74 Warga Meninggal, Ribuan Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Pengamat Politik Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri Bentuk Tim Reformasi Internal: ‘Kenapa Baru Sekarang?’