Donald Trump Sebut Kematian Charlie Kirk jadi Momen Gelap, Kanada hingga Italia Ingatkan Sinyal Bahaya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 11 September 2025 | 18:55 WIB
Presiden AS, Donald Trump (kiri) menyebut kasus kematian aktivis muda, Charlie Kirk (kanan) sebagai momen gelap bagi Amerika Serikat.  (X.com/@Angelique)
Presiden AS, Donald Trump (kiri) menyebut kasus kematian aktivis muda, Charlie Kirk (kanan) sebagai momen gelap bagi Amerika Serikat. (X.com/@Angelique)

INSIBERNEWS - Peristiwa penembakan yang merenggut nyawa aktivis konservatif, Charlie Kirk, membuat dunia berduka.

Charlie Kirk dikenal sebagai aktivis muda dan figur konservatif yang vokal, khususnya lewat organisasinya, Turning Point USA.

Kelompok itu berhasil berkembang menjadi salah satu wadah politik anak muda terbesar di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: BRI Peduli Sigap Salurkan Bantuan Tanggap Bencana Banjir Bali dan NTT

Melalui organisasi itu, Kirk berhasil menarik dukungan generasi muda bagi kemenangan Trump dalam pemilu 2024.

Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pemimpin dunia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kematian Charlie Kirk.

Pria 31 tahun itu dilaporkan ditembak saat berpidato dalam sebuah acara di Utah Valley University, AS, pada Rabu, 10 September 2025.

Baca Juga: Geger! Mobil Penyanyi D4vd Jadi Lokasi Penemuan Jasad Membusuk

Serangan itu dianggap sebagai ancaman nyata terhadap kehidupan demokrasi. Trump menyebut kematian Kirk sebagai momen gelap atau kehilangan besar bagi AS.

"Ini adalah momen gelap bagi Amerika," kata Trump dalam video di platform Truth Social sebagaimana dikutip dari Fox News, pada Kamis, 11 September 2025.

Trump juga menegaskan pemerintahannya akan menindak siapa pun yang terlibat.

Baca Juga: Awas! Sering Konsumsi Pemanis Buatan Terbukti Bikin Otak Menua 1,6 Kali Lebih Cepat

"Pemerintahan saya akan menemukan setiap orang yang berkontribusi terhadap kekejaman ini," ujar orang nomor 1 di AS itu.

Menanggapi insiden yang terjadi di AS, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menegaskan politik tidak boleh dicampuri kekerasan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X