INSIBERNEWS - Para pemimpin dunia diketahui menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menarik perhatian publik usai menyatakan perang di Gaza telah berakhir.
Trump mengungkap berkeinginan untuk membangun kembali Gaza dan menjaga perdamaian yang baru tercipta.
“Sekarang saatnya membangun kembali Gaza,” kata Trump dalam pidatonya di KTT Mesir sebagaimana dikutip dari Reuters, pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Trump tampak aktif sepanjang acara. Ia bergantian berbincang dengan para kepala negara, menandatangani dokumen kesepakatan damai bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.
Trump dan para pemimpin dunia menandatangani dokumen yang mengatur regulasi baru terkait gencatan senjata di Gaza.
Selain AS dan Mesir, penandatanganan juga dilakukan oleh Turki dan Qatar, disaksikan oleh sejumlah negara peserta KTT.
Ia menegaskan, gencatan senjata berjalan baik dan menjadi momentum bagi rekonstruksi kawasan.
Usai penandatanganan, mayoritas pemimpin dunia meninggalkan panggung. Namun, Trump masih tampak berbincang dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Baca Juga: Usai Gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Dikabarkan Pulang ke Belanda
Tak lama kemudian, Presiden RI Prabowo Subianto yang berpeci hitam dan bersetelan abu-abu mendekati Trump. Kamera sempat menangkap momen ketika keduanya berbicara dekat di dekat podium.
Berdasarkan laporan Reuters, mikrofon sempat menangkap suara samar percakapan itu selama lebih dari satu menit sebelum akhirnya terputus.
Artikel Terkait
Usai Gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Dikabarkan Pulang ke Belanda
Puji Prabowo di KTT Mesir, Donald Trump: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
DKI Jakarta Gunakan PON Bela Diri 2025 Sebagai Ajang Pemanasan Menuju PON 2028
Cegah Rabies di Ibu Kota, Pramono Siapkan Aturan Larangan Makan Daging Anjing dan Kucing
Miris! Lurah di Medan Diceburkan ke Got Saat Tertibkan Polisi Tidur Ilegal, Warga Pelaku Ngamuk Tak Terima