Setahun Memimpin, Prabowo Dinilai Masih Bawa Beban Jokowi dan Ekspektasi Publik yang Tinggi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 29 November 2025 | 13:03 WIB
Pengamat politik Rocky Gerung soroti setahun pemerintahan Presiden Prabowo. (Dok.PKS)
Pengamat politik Rocky Gerung soroti setahun pemerintahan Presiden Prabowo. (Dok.PKS)

INSIBERNEWS – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan evaluasi banyak pihak, termasuk pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra. Menurutnya, kepemimpinan Prabowo saat ini tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang rezim sebelumnya yang meninggalkan banyak pekerjaan rumah.

“Kita lihat satu tahun perjalanan Prabowo ini, yang paling mencolok adalah Prabowo masih dibebani oleh legacy Jokowi,” ujar Sri Radjasa dalam keterangannya di Ten Ten Podcast, Sabtu (29/11/2025).

Komentar serupa datang dari pengamat politik Rocky Gerung. Ia menilai Prabowo sedang menghadapi dilema besar: apakah harus terus membawa jejak masa lalu atau memilih merestrukturisasi arah pemerintahan yang benar-benar baru.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Bantuan Banjir Terus Dikirim, Akui Cuaca Buruk Masih Jadi Tantangan Berat

Menurut Rocky, janji-janji politik Prabowo yang berorientasi pada rakyat ikut menjadi tekanan tersendiri. Ekspektasi publik terlanjur tinggi, sementara kondisi internal pemerintahan tidak sepenuhnya netral dari warisan sebelumnya.

“Apalagi seorang pemimpin seperti Pak Prabowo yang sudah menjanjikan bahwa dia akan pro rakyat, kebijakannya menghasilkan kesejahteraan. Demokrasi jadi alat utama untuk menghasilkan keadilan,” kata Rocky.

“Ekonomi juga harus dituntun dengan prinsip kerakyatan, bahkan Sumitronomics. Itu semua bisa berubah menjadi beban,” lanjutnya.

Baca Juga: Kisruh Kasus Perselingkuhan: Inara Rusli Akhirnya Buka Suara, Akhiri Status Nikah Siri dengan Insanul Fahmi

Rocky menilai jika persoalan-persoalan tersebut tidak diurai, beban itu akan membesar dan menghambat langkah Prabowo ke depan. Ia bahkan menggambarkan situasi itu seperti Prabowo sedang memikul sesuatu yang bukan sepenuhnya miliknya.

“Kita diam-diam merasa bahwa Prabowo itu dibebankan semacam tong sampah di belakang dia yang isinya adalah rezim sebelumnya,” ucap Rocky.

Meski begitu, Rocky menilai sikap Prabowo terhadap Jokowi sebagai bentuk kesopanan politik. Ada penghormatan terhadap pemimpin terdahulu yang, menurutnya, tidak bisa langsung diputus begitu saja.

“Pasti Pak Prabowo punya kesopansantunan politik pada seseorang yang dianggap pernah jadi pemimpin Indonesia, dan itu watak keprajuritan yang bagus,” tambahnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Lapor ke Presiden, Tunjangan Guru Naik dan Bonus Sudah Ditransfer Langsung

Namun, Rocky menyebut publik juga memiliki ekspektasi agar Prabowo tidak terlalu berhati-hati. “Kalau terlalu sopan, nanti yang disopani keenakan. Publik melihat itu,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X