Merger BUMN Karya Ditarget Rampung Awal 2026, Pemerintah Finalkan Skema Konsolidasi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 27 November 2025 | 15:45 WIB
Danantara Indonesia  (Foto : Dok/fakultas Hukum Umsu)
Danantara Indonesia (Foto : Dok/fakultas Hukum Umsu)

INSIBERNEWS - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa rencana besar pemerintah untuk menggabungkan sejumlah BUMN karya ditargetkan tuntas pada kuartal pertama tahun 2026.

Langkah ini disebut krusial untuk memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan konstruksi pelat merah yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan berat.

Menurut Dony, pemerintah saat ini sedang menyusun skenario final terkait proses konsolidasi tersebut. Ia menegaskan bahwa merger tidak hanya soal menyatukan entitas, tetapi juga memastikan struktur keuangan yang baru bisa berdiri lebih kokoh dan berkelanjutan.

Baca Juga: Keluarga Kim Sae Ron Rilis Bukti Baru, Sengketa dengan Kim Soo Hyun Makin Panas

“Kita sedang memfinalisasi skema terbaik untuk konsolidasi. Tahun depan, khususnya untuk BUMN karya, tidak selesai tahun ini. Kuartal pertama 2026 kita lakukan merger,” ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025) malam.

Rencana penggabungan BUMN karya ini sebelumnya juga mengemuka sebagai bagian dari strategi pemerintah menata ulang kinerja industri konstruksi nasional. Sejumlah BUMN karya diketahui menanggung beban utang besar akibat proyek-proyek masif di masa lalu, sehingga reposisi dan efisiensi menjadi kebutuhan mendesak.

Dony menambahkan bahwa konsolidasi diharapkan tidak hanya memperkuat keuangan perusahaan, tetapi juga mendorong produktivitas dan kemampuan eksekusi proyek nasional agar lebih optimal. Pemerintah ingin memastikan bahwa industri konstruksi tetap menjadi motor pembangunan, namun dengan fondasi finansial yang lebih sehat.

Baca Juga: MIRIS! Ayah Kandung di Jakut Tega Cabuli Anak yang Masih Dibawah Umur, Pelaku Terancam Pasal Berat Perlindungan Anak

Selain itu, proses merger diyakini akan menciptakan sinergi antar perusahaan sehingga tidak lagi terjadi tumpang tindih pengerjaan proyek dan persaingan yang tidak produktif antar sesama BUMN. Dengan struktur baru, pemerintah berharap perusahaan dapat lebih fokus pada efisiensi, inovasi, dan ekspansi pasar. 

Di sisi lain, publik dan para pemangku kepentingan kini menunggu bagaimana bentuk final dari rencana merger tersebut, termasuk perusahaan mana saja yang akan dilebur dan bagaimana struktur organisasi baru akan dibentuk.

Pemerintah berjanji akan mengumumkan detail resminya setelah seluruh skema disetujui dan dinilai paling menguntungkan untuk keberlanjutan BUMN karya ke depan.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X