INSIBERNEWS - Bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara setelah hujan deras berkepanjangan mengguyur kawasan tersebut sejak Senin hingga Selasa malam.
Empat daerah terdampak cukup parah, yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dengan total 13 warga dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut cuaca ekstrem tersebut memicu rangkaian bencana yang datang secara beruntun. Hujan tanpa jeda lebih dari dua hari membuat aliran air dari wilayah perbukitan meluap hingga menimbulkan banjir besar dan longsor di banyak titik pemukiman.
“Empat wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada Senin (24/11) dan Selasa (25/11),” ujar Abdul Muhari, Rabu (26/11).
BPBD Provinsi Sumut mencatat korban meninggal dunia berjumlah 13 orang, dengan rincian 9 orang tewas di Tapanuli Selatan dan 4 orang di Tapanuli Tengah. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penyisiran karena dikhawatirkan masih ada warga yang hilang atau tertimbun material longsor.
Laporan Pusdalops BNPB yang diterima pada Rabu pagi menyebut Kota Sibolga menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan paling signifikan. Air bah yang datang tiba-tiba mengalir deras di beberapa kecamatan, menyebabkan rumah-rumah terendam, kendaraan terseret arus, hingga jembatan dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Di Kecamatan Sibolga Utara, banjir terparah terjadi di Kelurahan Angin Nauli. Sementara di Sibolga Selatan, air tinggi merendam kawasan Aek Muara Pinang dan Aek Habil. Wilayah Pasar Belakang dan Pasar Baru di Sibolga Kota juga dilaporkan terdampak cukup serius karena meluapnya drainase utama.
Visual yang dihimpun petugas menunjukkan betapa derasnya aliran air yang membawa material lumpur, kayu besar, hingga puing bangunan. Beberapa warga sempat terjebak di lantai dua rumah mereka sebelum dievakuasi menggunakan perahu karet.
Baca Juga: Kenaikan Pangkat ASN Kini Bisa 12 Kali Setahun, BKN Siapkan Lompatan Baru Pengelolaan Karier
Tak hanya banjir, longsor juga muncul di banyak titik akibat tanah yang tidak lagi mampu menyerap air. Longsor dilaporkan terjadi di Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali di Sibolga Utara. Sementara itu, Kecamatan Sibolga Selatan melaporkan longsor di Parombunan dan Aek Manis.
Longsor juga melanda kawasan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas, serta beberapa titik lain di Kecamatan Sibolga Kota. Material tanah yang turun menutup akses jalan, membuat sejumlah wilayah sempat terisolasi.
Baca Juga: Skandal 'Jual Beli' DAK: Pejabat Kemenkes & Sultra Gasak Rp1,5 Miliar Proyek RSUD Koltim!
Artikel Terkait
Miliaran Rupiah Lenyap! Jalur Kereta Jadi Ladang Suap, KPK Gegerkan Korupsi DJKA Kemenhub
Kasus Vendor Proyek Fiktif Rugikan Negara Rp46,8 Miliar, KPK Tahan 2 Pejabat PT PP
Kenaikan Pangkat ASN Kini Bisa 12 Kali Setahun, BKN Siapkan Lompatan Baru Pengelolaan Karier
OJK Minta Bank Sesuaikan Suku Bunga Secara Halus, Hindari Persaingan Tak Sehat
Roy Suryo Siap Hentikan Bahas Ijazah Jokowi Jika Diminta Prabowo, Tapi Masih Soroti Pendidikan Gibran
Rehabilitasi Eks Direksi ASDP Dinilai Hak Presiden, KPK Tegaskan Proses Hukum Sudah Tuntas
ESDM Pastikan Stok BBM Shell Bakal Kembali Tersedia Akhir November Ini
Usai Direksi ASDP Direhabilitasi, Publik Menilai Prabowo Mulai Tegaskan Batas Kriminalisasi Kebijakan
Terungkap! Ternyata Begini Motif Pelaku Pembunuhan Wanita dengan Tangan Terikat dan Kepala Ditutup Plastik di Pemalang
Tapanuli Dilanda Cuaca Ekstrem, 4 Warga di Dilaporkan Tewas Akibat Banjir dan Longsor