Ia juga menyebut optimalisasi layanan digital 110 sebagai langkah penting agar masyarakat tidak lagi mengalami hambatan saat melapor ke polisi. Menurut Dedi, damkar lebih diandalkan karena quick response mereka lebih konsisten dan dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Saat ini masyarakat lebih mudah melaporkan ke damkar karena responsnya cepat. Dengan optimalisasi 110, harapan kami setiap aduan bisa direspons di bawah 10 menit,” jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa pelayanan publik adalah wajah Polri dan menjadi penentu besar dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat.
“Apabila pelayanan publik kami baik, karena 62 persen permasalahan kami ada di Polsek, Polres, dan Polda, kalau ini bisa diselesaikan, maka 62 persen masalah polisi bisa selesai,” tegasnya.
Di tengah tuntutan publik untuk transparansi dan respons cepat, langkah pembenahan yang diumumkan Kapolri dan Wakapolri ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.***
Artikel Terkait
Kasus Ibu Hamil di Jayapura Jadi Alarm Keras, Pemprov Siapkan Evaluasi Total Layanan Kesehatan
Riset BRIN Ungkap Jejak Rafflesia Hasseltii, Flora Langka yang Masih Bertahan di Tengah Perubahan Alam
Tarif Listrik Tetap, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan hingga Akhir November
Mahfud MD Soroti Arah Demokrasi RI: Prosedur Semakin Ramai, Substansinya Makin Hilang?
Ogah Legalkan Thrifting, Mendag Soroti Kontroversi Balpress Ilegal: Dilarang Bukan karena Tak Bayar Pajak
Tegas! Mentan: Beras Sabang 250 Ton Ilegal Tanpa Izin, Ancam Copot Pejabat Tak Patuh Presiden
MUI Desak Pemerintah dan DPR untuk Evaluasi Aturan Lewat Fatwa Terbaru
PRESIDEN DIUNDANG! Reuni 212 'Gugat' Revolusi Akhlak dan Bawa Isu Palestina ke Monas
Redenominasi Ramai Lagi Dibicarakan, Ekonom Ingatkan Risiko Tersembunyi dan Pertanyakan Keuntungannya
Nenek Alvaro Curiga Ada yang Ditutup-Tutupi: Jejak Janggal Keluarga Ayah Tiri dalam Kasus Kematian Cucunya