PRESIDEN DIUNDANG! Reuni 212 'Gugat' Revolusi Akhlak dan Bawa Isu Palestina ke Monas

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Senin, 24 November 2025 | 14:38 WIB
Tokoh GNPF MUI, Habib Rizieq Shihab, KH Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, dll, bersama Kapolri Tito Karnavian pada Aksi Bela Islam III, dilapangan Monas, Jakarta, Jumat, 2/12/2016 (dok ist)
Tokoh GNPF MUI, Habib Rizieq Shihab, KH Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, dll, bersama Kapolri Tito Karnavian pada Aksi Bela Islam III, dilapangan Monas, Jakarta, Jumat, 2/12/2016 (dok ist)

INSIBERNEWS – Gelombang massa diperkirakan akan kembali membanjiri Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Reuni Akbar 212, salah satu event keagamaan dan kebangsaan terbesar di Indonesia, dipastikan digelar lagi tahun ini dengan mengusung tema yang dinilai berani dan menantang: "Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah."

Acara ini kembali menarik perhatian luas, terutama setelah panitia secara terbuka mengumumkan telah mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri terkait.

Lebih lanjut, panitia juga mengonfirmasi kehadiran salah satu tokoh sentral Aksi 212, Habib Rizieq Shihab (HRS).

Baca Juga: Awas! 5 Operasi Ini Bikin BPJS Kesehatan Anda 'Tidak Berlaku'

Kuatkan Persatuan: Spirit 212 Tak Pernah Padam

Ketua Steering Committee (SC), Ahmad Shobri Lubis, menjelaskan bahwa tujuan inti dari perhelatan akbar ini tetap berakar pada semangat awal Aksi Bela Islam 212 tahun 2016, yaitu memperkuat persatuan umat.

"Spirit 212 yang dibangun sejak sembilan tahun lalu adalah untuk menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Insaniyah," tegas Shobri dalam keterangannya,

Senin (24/11/2025). "Spirit itu yang membangkitkan semangat kita dalam persatuan, maka tahun ini kita tetap mengadakan Reuni Akbar 212."

Baca Juga: TRAGEDI JALAN LEBAK: Ceceran Galian C Makan Korban, Pasutri Tergelincir di Curugbitung; Warga Desak Penutupan Total!

Perubahan Format: Berawal Magrib Berjamaah

Berbeda dari tradisi tahun-tahun sebelumnya yang selalu diawali dengan qiyamullail (salat malam) hingga Subuh berjamaah, rangkaian kegiatan tahun ini akan dimulai sejak sore hari.

Rangkaian acara akan diawali dengan Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan zikir, doa bersama, dan tausiyah dari para ulama.

Perubahan format ini bertujuan memaksimalkan kehadiran umat dan menyesuaikan dengan momentum kebersamaan yang lebih terfokus.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X