Nenek Alvaro Curiga Ada yang Ditutup-Tutupi: Jejak Janggal Keluarga Ayah Tiri dalam Kasus Kematian Cucunya

Photo Author
- Selasa, 25 November 2025 | 08:06 WIB
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025. (TikTok/iqbalcahyadi12)
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025. (TikTok/iqbalcahyadi12)

INSIBERNEWS – Dugaan adanya pihak lain yang mengetahui atau bahkan terlibat dalam kematian tragis Alvaro Kiano Nugroho kembali menguat setelah pengakuan sang nenek, Sayem, memunculkan potongan informasi baru yang sebelumnya tak pernah terungkap.

Ia menyebut ada kejanggalan dalam alibi keluarga ayah tiri Alvaro yang dinilai tidak masuk akal sejak awal hilangnya bocah tersebut.

Alvaro, yang dilaporkan hilang sejak Maret 2025, ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada 23 November 2025. Jasadnya yang sudah berupa kerangka ditemukan di kawasan Kali Cilalay, Bogor.

Baca Juga: Redenominasi Ramai Lagi Dibicarakan, Ekonom Ingatkan Risiko Tersembunyi dan Pertanyakan Keuntungannya

Penemuan itu menjadi akhir dari pencarian panjang keluarga selama delapan bulan, meski kepastian identitas tetap menunggu hasil tes DNA. Polisi kemudian menangkap ayah tiri Alvaro, Alex, yang diduga sebagai pelaku utama sebelum ia dinyatakan meninggal dunia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan.

Sayem mengungkap bahwa sebelum jasad Alvaro ditemukan, tetangga sempat mencium bau menyengat dari rumah keluarga pelaku. Namun adik Alex dengan cepat memberi jawaban yang dianggap tidak wajar.

“Katanya bukan, itu mah bangkai anjing. Jadi keluarganya terlibat semua,” ucap Sayem, menegaskan bahwa jawaban tersebut semakin membuat dirinya curiga ada yang sedang ditutup-tutupi.

Baca Juga: MUI Desak Pemerintah dan DPR untuk Evaluasi Aturan Lewat Fatwa Terbaru

Kecurigaan itu muncul karena keluarga pelaku dinilai terlalu cepat memberikan alibi, padahal tetangga menilai aroma yang tercium jelas berbeda.

Menurut Sayem, hal ini menunjukkan bahwa ada pihak lain yang diduga mengetahui kondisi sebenarnya sebelum kasus ini terbongkar. Ia menyebut reaksi keluarga pelaku tampak tidak natural untuk situasi yang seharusnya membuat mereka khawatir.

Kronologi versi keluarga pun mulai terungkap. Menurut Sayem, Alvaro awalnya diajak sang ayah tiri untuk membeli mainan. Namun penyelidikan menunjukkan bahwa situasi berubah tragis ketika Alvaro diduga dibekap menggunakan handuk hingga tak bernyawa.

“Pelaku mengajak Alvaro membeli mainan, namun ternyata korban dibekap dengan handuk,” ujar Sayem menjelaskan keterangan yang ia peroleh.

Baca Juga: Riset BRIN Ungkap Jejak Rafflesia Hasseltii, Flora Langka yang Masih Bertahan di Tengah Perubahan Alam

Setelah itu, tubuh Alvaro disebut tidak dibuang oleh Alex sendiri. Ada orang lain yang ditugasi untuk membawa jasadnya ke Bogor. Cara pembuangan jasad yang dibungkus plastik, diikat di pohon dekat aliran sungai, serta penggunaan sarung tangan untuk menghilangkan jejak sidik jari membuat polisi meyakini bahwa tindakan ini telah direncanakan dan tidak dilakukan seorang diri.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X