Pemerintah Tancap Gas Siapkan Pasokan Pangan untuk 82,9 Juta Penerima Program MBG 2026

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 24 November 2025 | 10:45 WIB
Ilustrasi Program MBG (Foto : Dok/Pemprov DKI)
Ilustrasi Program MBG (Foto : Dok/Pemprov DKI)

INSIBERNEWS - Pemerintah tengah mempercepat persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan mulai berjalan pada 2026, dengan target penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, seluruh kementerian terkait kini bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan pangan nasional mampu mengimbangi skala program tersebut.

“Memang kita balapan, ya. Balapan itu harus cepat. Karena tahun depan akan memberikan manfaat 82,9 juta penerima makan. Kalau telur satu hari satu, kita perlu 82,9 juta butir telur,” ujar Zulhas dalam peringatan Hari Ikan Nasional di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga: Dirasa Tak Adil, MUI Keluarkan Fatwa soal Pajak Sembako dan Rumah

Zulhas menjelaskan, besarnya jumlah penerima membuat kebutuhan pangan MBG sangat masif. Karena itu perencanaan harus matang, agar rantai pasok mulai dari peternak, petani, hingga produsen mampu mengikuti ritme permintaan harian program tersebut.

Ia menambahkan, bila menu harian MBG menggunakan protein berbasis ikan, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu menyiapkan suplai ikan dalam jumlah luar biasa besar. Menurutnya, kebutuhan ikan dapat menembus angka puluhan juta potong per hari.

“Kalau Pak Menteri Kelautan nanti kita pakai ikan, maka kita perlu 82,9 juta potong ikan. Kalau kita perlu ayam, kita perlu per hari itu 82,9 juta potong ayam, buah, sayur, nasi,” katanya.

Baca Juga: Heboh! Mortir Aktif Meledak di Bekasi, Pemulung Tewas Saat Coba Bongkar Temuan Rongsokannya

Pemerintah, kata Zulhas, saat ini tengah merapikan koordinasi lintas kementerian, mengingat MBG merupakan program pangan berskala nasional yang membutuhkan mobilisasi logistik dalam volume sangat besar. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi hingga mekanisme penyaluran ke sekolah dan titik penerima manfaat lain.

Di sisi lain, Zulhas menilai MBG juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi sektor pangan nasional. Permintaan tinggi dari program ini diyakini akan menggerakkan industri peternakan ayam, telur, perikanan, hortikultura, hingga beras, sehingga para pelaku usaha kecil hingga besar bisa mengambil bagian.

Baca Juga: Drama Valero Berakhir dengan Hasil Imbang 2-2, Madrid Tetap Kuasai Puncak

Selain memikirkan ketersediaan bahan baku, pemerintah juga tengah membahas keberlanjutan program, mulai dari standar menu, keamanan pangan, hingga pengawasan kualitas. Zulhas menegaskan bahwa implementasi MBG harus tidak hanya masif, tetapi juga terjamin dari sisi gizi.

Ia menambahkan bahwa beberapa daerah telah siap menjadi proyek percontohan sebelum program berlaku penuh pada 2026, agar mekanisme dapat diuji dan disempurnakan berdasarkan kondisi di lapangan.

Baca Juga: TERUNGKAP! Pelaku Penculikan Alvaro Kiano Ternyata Ayah Tiri, Polisi Masih Selidiki Motifnya

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X