Dengan kebutuhan logistik yang sangat besar, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk BUMN pangan, perusahaan distribusi, hingga koperasi daerah, untuk membantu memperkuat rantai pasok.
Zulhas menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar agenda bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, anak-anak yang cukup gizi hari ini akan tumbuh menjadi generasi produktif yang memperkuat masa depan bangsa.
“Kita siapkan bukan hanya makanannya, tetapi masa depan anak-anak kita. Jadi semuanya harus siap,” ujarnya. ***
Artikel Terkait
Hanya 1 dari 14 Spesies di Indonesia! Berikut Serba-serbi Rafflesia hasseltii yang Ditemukan dalam Hutan Belantara Sumbar
Singgung soal Fufufafa hingga Ijazah SMA, Roy Suryo Sebut Buku Gibran’s Black Paper Hampir Siap Rilis
Hilang Sejak Maret 2025, Alvaro Kiano Ditemukan Tak Bernyawa di Pesanggrahan
Angkat Suara Isu Perselingkuhan, Wardatina Beberkan Sifat Asli Suaminya Selama Berumah Tangga
Kabar Duka, Mantan Kiper Timnas Indonesia Ronny Pasla Tutup Usia di Usia 79 Tahun
Laporkan Suami ke Polisi, Begini Sosok Insanul Fahmi yang Diduga Selingkuh dengan Inara Rusli
TERUNGKAP! Pelaku Penculikan Alvaro Kiano Ternyata Ayah Tiri, Polisi Masih Selidiki Motifnya
Google Tegaskan Tidak Gunakan Isi Gmail untuk Latih AI, Bantah Tuduhan Viral di Media Sosial
Menkomdigi Tegaskan Bakal Tertibkan Pedagang Thrifting: Dilarang Jualan di E-commerce dan Medsos!
BLT Rp900 Ribu Disebut Bisa Dongkrak Konsumsi, Kemenkeu Purbaya Yakin Efeknya Terasa di Akhir Tahun