Rais Aam Minta Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketum PBNU Dicopot, Ada Kaitan dengan Zionisme?

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 22 November 2025 | 12:47 WIB
Rais Aam Minta Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketum PBNU Dicopot. (Uni gadjah mada)
Rais Aam Minta Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketum PBNU Dicopot. (Uni gadjah mada)

INSIBERNEWS - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya disesak untuk turun dari kursi jabatannya.

Permintaan tersebut datang dari Rais Aam dan tertuang dalam kesimpulan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada Kamis (20/11/2025).

Dalam risalah rapat yang ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, diputuskan bahwa Gus Yahya diminta melepas jabatan ketua umum dalam waktu tiga hari sejak putusan itu disampaikan.

Baca Juga: Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Jule Usai Isu Perselingkuhan: Sempat Drop, Kini Mulai Pulih

“Berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Ketua Rais Aam, diputuskan KH Yahya Cholil Staquf mundur sebagai Ketua Umum PBNU,” demikian bunyi petikan risalah yang beredar dan dikonfirmasi pada Jumat (21/11/2025).

Kabar tersebut sontak mengejutkan sebagian pihak. Mengingat NU merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dengan jutaan jamaah.

Syuriyah PBNU menilai ada sejumlah hal yang dianggap melampaui batas prinsip dasar organisasi.

Baca Juga: Sempat Curi Emas, Polisi Tetapkan Mantan Sopir sebagai Tersangka Pembakaran Rumah Hakim PN Medan

Dalam dokumen rapat itu, Syuriyah PBNU merumuskan tiga alasan utama yang menjadi dasar permintaan pengunduran diri.

Alasan pertama terkait kehadiran seorang narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional dalam gelaran Ahlul Qalam Nahdlatul Ulama (AKN NU).

Kehadiran tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan dianggap melanggar Muqaddimah Qanun Asasi NU yang menjadi ruh dasar pergerakan organisasi.

Alasan kedua menyangkut pelaksanaan acara AKN NU itu sendiri. Syuriyah menilai gelaran tersebut menjadi polemik dan menimbulkan persepsi negatif yang mencoreng nama baik PBNU.

Baca Juga: Hadirkan Layanan 'Jemput Bola', AgenBRILink di Riau Ini Permudah Kebutuhan Transaksi Warga

Bagi sebagian internal, kegiatan itu dianggap tidak melalui mekanisme pertimbangan yang matang sehingga menimbulkan kegaduhan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X