Jadi Korban Eksibisionis Saat Lari Pagi, Wanita Ini Ngadu ke Damkar

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 21 November 2025 | 15:32 WIB
Jadi Korban Eksibisionis Saat Lari Pagi, Wanita Ini Ngadu ke Damkar (Instagram/lasagna111)
Jadi Korban Eksibisionis Saat Lari Pagi, Wanita Ini Ngadu ke Damkar (Instagram/lasagna111)

INSIBERNEWS - Pengalaman tak menyenangkan dialami oleh seorang wanita di kawasan Jakarta Selatan saat tengah berolahraga pagi.

Wanita yang tengah berlari pagi itu menjadi korban tindakan eksibisionis dan catcalling dari seorang pria paruh baya.

Kejadian itu membuatnya terguncang dan memutuskan untuk meminta bantuan. Namun, bukan ke anggota polisi, ia malah mengadu ke pemadam Kebakaran.

Baca Juga: Likuiditas Melambat, Uang Beredar Mencapai Rp9.783 Triliun pada Oktober 2025

Dalam unggahan video di media sosial pribadinya, wanita tersebut terlihat didampingi seorang petugas damkar saat mengejar pria yang diduga menjadi pelaku.

Ia mengaku sudah beberapa kali menjadi sasaran perilaku tidak senonoh itu setiap kali melewati jalur lari yang sama.

“Ini bapak yang suka nunjuk burung pas saya lagi lari pagi, saya jadi takut,” ungkapnya dalam video tersebut, menahan rasa kesal sekaligus takut.

Baca Juga: Pedagang Thrifting Kecewa Berat, Menkeu Tegaskan Impor Barang Ilegal Tak Akan Pernah Dilegalkan

Menurut penuturannya, pria itu bukan hanya sekali bertindak demikian, dan kerap menggoda beberapa pelari wanita lainnya. Pelaku menunjukkan bagian intim sambil bersiul seolah tidak merasa bersalah.

Petugas damkar yang mendampinginya terlihat mencoba menegur pelaku dengan tegas. Ia bahkan sempat membela sang pelapor agar pelaku tidak meremehkan situasi tersebut.

“Ini sepupu saya! Bapak nggak boleh kayak gitu,” ujar petugas tersebut dengan nada mengingatkan, memastikan pelaku memahami bahwa tindakan semacam itu bukan hal sepele.

Baca Juga: Bahan Peledak Dibeli Online, Polisi Ungkap Motif dan Latar Belakang ABH dalam Ledakan SMAN 72 Jakarta

Sang wanita mengaku sudah berulang kali melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Namun, laporannya selalu dianggap kurang kuat karena ia tidak memiliki bukti visual atau saksi yang bisa memperkuat aduannya.

Hal itu membuatnya frustrasi dan merasa tidak aman di lingkungannya sendiri.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X