INSIBERNEWS - Aksi unjuk rasa dari gabungan berbagai organisasi guru digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025). Ribuan peserta aksi memenuhi area sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan, membuat arus lalu lintas di jalur tersebut terpaksa ditutup sementara waktu.
Pantauan di lokasi menunjukkan massa berkumpul sejak pagi hari, membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan kesejahteraan guru.
Sejumlah peserta tampak mengenakan seragam organisasi mereka, sementara aparat kepolisian memasang pagar pembatas di beberapa titik strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Baca Juga: Target Juara Umum, Tim Para-Badminton Indonesia Siap Gemparkan Solo
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan, menjelaskan bahwa langkah penutupan dilakukan untuk mencegah kemacetan parah di sekitar lokasi unjuk rasa.
“Penutupan arus sementara ini dilakukan sebagai langkah pengamanan dan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Kami imbau masyarakat agar menghindari kawasan Medan Merdeka Selatan dan mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung,” kata Ruslan di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: Tim Voli Putri U-18 Indonesia Raih Perak Setelah Duel Sengit Lima Set Lawan Iran di AYG 2025
Polisi juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan menuju Jalan Ridwan Rais, Jalan MH Thamrin, serta Jalan Pejambon. Petugas lalu lintas terlihat berjaga di sejumlah persimpangan untuk membantu pengguna jalan yang melintas di area sekitar Monas.
Aksi ini diikuti oleh sejumlah organisasi guru, di antaranya Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), serta Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).
Mereka datang dari berbagai daerah di Jabodetabek dengan membawa aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan, penataan status inpassing, serta perbaikan sistem pengangkatan guru honorer.
Baca Juga: Inter Milan Gasak Fiorentina 3-0 di Giuseppe Meazza, Calhanoglu Jadi Bintang Lapangan
Koordinator aksi menyebutkan, unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambannya tindak lanjut pemerintah terhadap janji perbaikan status dan tunjangan guru.
“Kami hanya ingin keadilan. Guru honorer dan guru madrasah seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama dengan guru ASN,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando.
Sementara itu, pihak kepolisian menurunkan sebanyak 1.597 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, dan Satpol PP untuk melakukan pengamanan. Petugas disebar di beberapa titik rawan, termasuk sekitar Istana Negara, Balai Kota, dan pintu masuk kawasan Monas.
Artikel Terkait
KABAR BAIK! Biaya Haji 2026 Resmi Turun Rp2,8 Juta, Jemaah Cuma Bayar Rp54 Juta
EKSKLUSIF! Klaim 'Koboi' Menkeu Purbaya: Bukan Sekadar Juru Bicara, Tapi 'Tangan Kanan' Inti Presiden Prabowo?
Prediksi Cuaca Hari Ini di Wilayah Jabodetabek, Sedia Payung untuk Sore Hari!
Pertalite Dikeluhkan Bikin Motor Brebet di Jawa Timur: Pemerintah Turun Tangan, Pertamina Lakukan Investigasi
AS dan Korea Selatan Sepakat Kurangi Tarif dan Perkuat Investasi, Tanda Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Dua Negara
Dolar AS Bergerak Fluktuatif Usai The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga, Pasar Masih Menunggu Sinyal Kebijakan Lanjutan
PBB Kecam Serangan Udara Israel di Gaza, Sebut Banyak Anak Jadi Korban
Inter Milan Gasak Fiorentina 3-0 di Giuseppe Meazza, Calhanoglu Jadi Bintang Lapangan
Tim Voli Putri U-18 Indonesia Raih Perak Setelah Duel Sengit Lima Set Lawan Iran di AYG 2025
Target Juara Umum, Tim Para-Badminton Indonesia Siap Gemparkan Solo