Komisi IV DPR Minta Bulog Batasi Masa Simpan Beras Maksimal Enam Bulan Demi Jaga Kualitas

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:28 WIB
Indonesia Memiliki Banyak Stok Beras Bulog (Foto : istimewa)
Indonesia Memiliki Banyak Stok Beras Bulog (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Komisi IV DPR RI menyoroti pentingnya menjaga kualitas beras yang disimpan di gudang-gudang milik Perum Bulog. Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto, meminta agar Bulog tidak menimbun stok beras terlalu lama dan memastikan perputaran stok maksimal setiap enam bulan sekali.

“Jangan menyimpan beras terlalu lama, apalagi sampai lebih dari satu tahun. Paling lama enam bulan, setelah itu harus segera diputar lagi,” tegas Titiek saat meninjau gudang Bulog Batubulan di Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (28/10).

Baca Juga: Jessie J Tunda Operasi Kanker Payudara Kedua, Ungkap Kekecewaan dan Tetap Semangat Jalani Pemulihan

Dalam kunjungan tersebut, Titiek bersama sejumlah anggota Komisi IV memeriksa langsung kondisi beras yang tersimpan di gudang. Ia menekankan bahwa kualitas beras sama pentingnya dengan jumlah stok, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat yang harus terjaga mutunya.

Titiek mengapresiasi capaian Bulog yang mencatat rekor tertinggi stok beras nasional, mencapai 3,88 juta ton per Oktober 2025.

Angka tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah lembaga BUMN pangan itu berdiri. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya berhenti di angka statistik.

Baca Juga: Konten MBG Positif dan Viral, BGN Akan Kasih 5 Juta

“Ini pencapaian yang luar biasa, tapi jangan hanya bangga karena stoknya banyak. Kualitas juga harus dijaga agar beras tetap layak konsumsi saat sampai ke tangan masyarakat,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di gudang Batubulan, rombongan DPR menemukan sekitar 1.200 ton beras impor dan 150 ton beras lokal. Sebagian besar beras impor tersebut berasal dari Pakistan dan telah berada di gudang sejak Desember 2024. Berdasarkan pengecekan acak, kondisi beras impor masih cukup baik, tidak berjamur, dan tidak berbau apek.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Bergolak, Enam Kali Erupsi dan Semburkan Abu Setinggi 700 Meter

Namun, lain halnya dengan beras lokal yang ditemukan dalam kondisi kurang prima. Dari hasil pemeriksaan acak, sebagian butir beras tampak pecah dan warnanya mulai kusam. Temuan ini membuat Komisi IV meminta Bulog untuk memperketat pengawasan, terutama terhadap proses penyimpanan dan sirkulasi stok.

Titiek juga menyoroti perlunya sistem rotasi yang lebih efisien agar beras tidak terlalu lama menumpuk di satu lokasi. Menurutnya, dengan sistem distribusi yang baik, stok lama bisa segera disalurkan dan digantikan dengan hasil panen baru dari petani lokal.

Baca Juga: EXO Gelar Fanmeeting ‘EXO’verse’ Desember 2025, Siap Tampilkan Lagu Baru!

“Beras itu sifatnya sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Kalau terlalu lama disimpan, pasti kualitasnya turun. Jadi penting bagi Bulog untuk punya mekanisme rotasi stok yang jelas dan cepat,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X