Dendam Lama Berakhir Maut: ARH Palu Abang Ipar di Pasar Minggu Usai Tersinggung Soal Rokok

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:40 WIB
Polisi melakukan olah TKP pria pukul abang ipar pakai palu hingga tewas. (Dok. Istimewa)
Polisi melakukan olah TKP pria pukul abang ipar pakai palu hingga tewas. (Dok. Istimewa)

  

INSIBERNEWS-Pemicu aksi brutal ini disebut bermula dari teguran sepele: masalah rokok di dalam kamar. Namun, polisi menduga ada emosi dan dendam lama yang sudah terpendam di balik kekejaman tersebut.

Peristiwa tragis berdarah mengguncang kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/10/2025) dini hari. Seorang pria berinisial BSP (38) tewas mengenaskan di tangan adik iparnya sendiri, ARH (30), usai dipukul berkali-kali menggunakan palu godam berbobot lima kilogram.

 

Pemicu aksi brutal ini disebut bermula dari teguran sepele: masalah rokok di dalam kamar. Namun, polisi menduga ada emosi dan dendam lama yang sudah terpendam di balik kekejaman tersebut.

 Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Prabowo Jadikan Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan

Awal Mula Maut di Dini Hari

Menurut keterangan Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, insiden maut itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di rumah korban di Jalan Rawa Bambu II, RT 10/RW 07, Pasar Minggu.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 01.10 WIB dari warga yang mengamankan pelaku penganiayaan," kata Kompol Anggiat. Polisi segera bergerak ke lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk istri korban berinisial H (38), yang tak lain adalah kakak kandung pelaku.

Saksi H menerangkan, keributan dimulai saat korban, BSP, menegur sang adik, ARH, yang sedang asyik merokok di dalam kamar. Teguran ini memicu perdebatan.

Istri korban sempat mencoba melerai dengan cara yang baik, namun sang suami (korban) justru menariknya dan melontarkan perkataan yang membakar emosi pelaku.

“Korban memanggil saksi (istri) dan menegur saksi, ‘biarkan saja adikmu merokok di kamar, nanti kita pindah saja dari rumah ini’,” ujar Kompol Anggiat, menirukan kesaksian H.

 Baca Juga: BI Waspadai Efek Domino dari Potensi Shutdown Pemerintah AS terhadap Ekonomi Indonesia

Palu Godam 5 Kilogram Jadi Senjata Pembunuh

Mendengar ucapan tersebut, amarah ARH memuncak. Ia yang sudah lama memendam rasa kesal karena sering dimarahi korban, langsung berlari ke kamar belakang. 

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X