INSIBERNEWS - Ekspor cengkih asal Indonesia menuju Amerika Serikat (AS) ditunda sementara setelah otoritas di negara tujuan menemukan dugaan cemaran zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada komoditas tersebut.
Temuan ini langsung mengundang perhatian sejumlah lembaga pemerintah karena bisa berdampak pada reputasi ekspor rempah Indonesia di pasar global.
Salah satu sumber bahan baku cengkih yang digunakan dalam pengiriman itu disebut berasal dari Lampung. Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, Donni Muksydayan, mengonfirmasi bahwa kasus ini kini ditangani langsung oleh Satuan Tugas (Satgas) Pusat.
Satgas ini melibatkan berbagai instansi lintas sektor seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Sambut Hangat Kedatangan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa di Indonesia
“Penanganan dilakukan terpusat. Kami di daerah hanya membantu penelusuran asal bahan baku dan memastikan tidak ada cengkih lain yang berpotensi ikut terdampak,” jelas Donni, Rabu (22/10).
Menurut Donni, dugaan adanya cemaran radioaktif itu pertama kali diketahui setelah pihak keamanan pangan Amerika Serikat melakukan pemeriksaan rutin di perbatasan (border inspection).
Dalam pemeriksaan tersebut, alat deteksi menunjukkan adanya indikasi keberadaan unsur Cesium-137—zat radioaktif yang biasanya berasal dari limbah nuklir atau bahan medis.
Baca Juga: Heboh! Isu Perceraian Raisa dengan Hamish Daud Kembali Mencuat, Rumah Tangga Retak?
Temuan ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat selama ini protokol ekspor antara Indonesia dan Amerika Serikat hanya mencakup aspek keamanan pangan seperti kadar pestisida, mikroba, dan standar kualitas produk. Belum pernah ada ketentuan atau pemeriksaan terkait potensi paparan zat radioaktif dalam produk pertanian.
Donni menegaskan bahwa pengiriman yang terdeteksi mengandung Cs-137 bukan berasal langsung dari Lampung. Ia menjelaskan, ekspor tersebut dilakukan dari Surabaya, meski sebagian bahan bakunya memang dipasok dari wilayah Lampung.
“Ekspor dari Lampung sendiri tidak ada. Tapi bahan bakunya ada yang berasal dari sini dan dikirim ke Surabaya untuk pengolahan dan ekspor,” ujarnya.
Artikel Terkait
Cuma Butuh 5 Menit! Begini Cara Cek 7 Tanda HP Disadap dan Langsung Amankan Data Anda.
Imbas Kasus Keracunan Massal, BGN Ungkap 106 Dapur MBG Resmi Ditutup
Chef Profesional Soroti Kasus Keracunan Massal MBG, Sarankan untuk Contoh Jepang
Viral! Perempuan di Aceh Singkil Diceraikan dan Usir Dua Anak Usai Suami Lulus PPPK, Padahal Sang Istri Temani Suami Dari Nol
Kronologi Perdebatan Dedi Mulyadi vs Menkeu Purbaya soal Dana APBD Jabar Senilai Rp4,17 T di Bank
Utang WHOOSH 'Bom Waktu': AHY Peringatkan Proyek Jakarta-Surabaya Tak Cuma Bangun Jalur Begini Menurutnya!
BRI Tuntaskan Penyaluran Dana Pemerintah Rp55 Triliun ke Sektor Produktif dan UMKM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Heboh! Isu Perceraian Raisa dengan Hamish Daud Kembali Mencuat, Rumah Tangga Retak?
Ratusan Pelajar Sambut Hangat Kedatangan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa di Indonesia
Waduh! Taylor Swift Banjir Kritik Gegara Diduga Gunakan AI untuk Promosi Album 'The Life of a Showgirl